Pedoman Penghayatan Dan Pengamalan Pancasila (P4)

A A

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Pedoman Penghayatan Dan Pengamalan Pancasila (P4)?

Pedoman Penghayatan Dan Pengamalan Pancasila (P4) adalah program pemerintah Orde Baru yang bertujuan memberikan pedoman kepada masyarakat tentang nilai-nilai Pancasila.

Tujuan penataran P4 adalah menciptakan manusia Pancasila, yakni manusia yang dalam keadaan apapun secara konsisten dan konsekuen mengamalkan Pancasila.

Lahirnya program ini dilatarbelakangi karena munculnya berbagai pemberontakan dan revolusi sosial di berbagai daerah.

P4 diperuntukkan kepada para pegawai negeri sipil, pelajar, dan organisasi. Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada 1978 setelah Uraian Pancasila hasil rumusan “Panitia Lima” dalam Sidang Umum MPR-RI pada 11-23 Maret 1978.

Dari penggodokan tersebut melahirkan apa yang dinamakan Ekaprasetya Pancasila atau kemudian dikenal dengan P4.

Melalui kegiatan ini masyarakat mendapat kesempatan untuk secara terorganisir membicarakan jati diri kita sebagai sebuah bangsa, falsafah dan nilai yang mendasarinya, sejarah masa lalunya, dan cara bagaimana peradaban bangsa ini hendak ditegakkan.

Materi utama dalam P4 adalah nilai-nilai yang mendasari bangunan peradaban bangsa yang secara formal tersarikan ke dalam Pancasila dan UUD 1945.

P4 merupakan sarana pendidikan masyarakat untuk memupuk toleransi dalam keragaman agama, pendalaman falsafah bangsa, kesadaran Wawasan Nusantara, dan pengertian tentang arah kebijakan pembangunan bangsa.

Dalam P4 juga diperkenalkan Wawasan Nusantara sebagai suatu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Bagikan

Baca Juga

Prabu Siliwangi di Hulu Citarum, Tapa yang Dibaca sebagai Islam
Polahi Gorontalo, Pelarian Pajak Kolonial yang Masih Terpinggir
Wong Kalang dan Samin, Dua Tafsir Asal Usul Orang Bojonegoro
Suku Sakai di Mandau, Sudah Sampai Kampus tapi Belum Sejahtera
Carok Madura, dari Tanah Kapur sampai Pemilihan Kepala Desa
Dari Kerusuhan Suwawa 1849 sampai Perebutan Kekuasaan Gorontalo 1942