- Polisi Brasil menyelamatkan 13 anak yang disandera di sebuah taman kanak-kanak di Curitiba setelah menewaskan tersangka.
- Tersangka menyiramkan cairan mudah terbakar di ruang kelas dan memegang pemantik api.
- Perundingan berlangsung hingga tiga jam sebelum polisi memutuskan intervensi taktis.
- Anak-anak dan staf sekolah akan mendapat pendampingan psikologis.
Cekricek.id — Polisi Brasil menyelamatkan 13 anak TK yang disandera di sebuah taman kanak-kanak di Kota Curitiba, Brasil selatan, pada Jumat (9/10) setelah menewaskan tersangka yang mengancam membakar gedung.
Sedikitnya satu anak terluka dalam insiden itu, kata komandan unit pasukan khusus polisi militer Negara Bagian Parana, Alexandre Lopes Dias, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Sabtu (10/10/2026).
Juru bicara polisi Parana, Leticia Martins, mengatakan tersangka melompati gerbang, masuk ke sebuah ruang kelas, dan menyandera 13 anak. Ia kemudian menyiramkan cairan mudah terbakar di ruangan itu dan memegang pemantik api. Tersangka membawa pisau serta benda yang semula dikira senjata api, tetapi belakangan diketahui palsu.
“Tim negosiasi kami sudah di tempat, tetapi tidak melihat pilihan lain selain melumpuhkannya,” kata Martins.
Insiden terjadi di lingkungan Sao Braz di Curitiba, kota berpenduduk 1,8 juta jiwa yang terletak 400 kilometer di selatan Sao Paulo.
“Selama seluruh negosiasi, dia tetap bersama semua anak di sekelilingnya dan satu anak di pangkuannya,” kata Lopes Dias.
Perundingan berlangsung hingga tiga jam. Anak-anak mulai gelisah dan pelaku mulai memukuli mereka.
“Begitu kami menyadari anak-anak makin gelisah dan pelaku mulai menyerang mereka secara fisik, kami memilih intervensi taktis untuk menghindari masalah yang lebih besar,” jelas Lopes Dias.
Wali Kota Curitiba Eduardo Pimentel menulis di Instagram: “Ke-13 anak itu hidup dan selamat! Setelah saat-saat yang mencekam dan menegangkan, inilah kabar yang kita semua tunggu.”
Brasil dalam beberapa tahun terakhir mengalami sejumlah serangan terhadap sekolah. Pada April 2023, seorang pria membunuh empat anak dengan kapak di sebuah tempat penitipan anak di Blumenau, juga di Brasil selatan.
Balai Kota Curitiba menyatakan anak-anak dan staf sekolah akan mendapat pendampingan psikologis.















