- Sebuah kereta cepat menabrak bagian belakang kereta lain yang berhenti di dekat Urda, Toledo.
- Sedikitnya 68 orang tewas dan sekitar 80 orang terluka, 15 di antaranya kritis.
- Menteri Transportasi Oscar Puente menyebut kereta diizinkan melaju meski sistem sinyal LZB mati.
- Pemerintah Spanyol menetapkan tiga hari berkabung nasional pada 29 hingga 31 Oktober.
Cekricek.id — Tabrakan kereta cepat di Spanyol tengah menewaskan sedikitnya 68 orang setelah sebuah kereta menabrak bagian belakang kereta lain yang sedang berhenti hingga dua gerbongnya anjlok, menurut pemerintah daerah setempat.
Kepala pemerintahan Kawasan Castilla-La Mancha Emiliano Garcia-Page menyebut sekitar 80 orang terluka, sekitar 50 di antaranya luka serius dan 15 kritis, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Rabu (28/10/2026). Ia memperingatkan sebagian korban luka paling parah mungkin tidak selamat.
Tabrakan terjadi Rabu pagi di dekat Urda, Provinsi Toledo, di jalur kereta cepat yang menghubungkan Madrid dengan Sevilla. Kecelakaan itu melibatkan kereta cepat AVE milik perusahaan kereta negara Renfe yang melaju dari Madrid ke Sevilla dan kereta milik operator swasta Iryo. Ada 397 penumpang di kereta Renfe dan 147 di kereta Iryo.
Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente mengatakan sistem kendali LZB mati sekitar pukul 08.30 di sepanjang 63 kilometer jalur, dan pusat kendali Atocha memutuskan kereta Renfe melanjutkan perjalanan “secara normal”. “Keputusan melanjutkan lalu lintas tanpa sistem dipulihkan berada di tangan pusat kendali,” kata Puente, yang menyebut keadaan itu “tak dapat dijelaskan”.
Perdana Menteri Pedro Sanchez menetapkan tiga hari berkabung nasional pada 29 hingga 31 Oktober. “Spanyol berduka,” katanya di Urda. “Kami akan mengusut tuntas hal ini. Jika ada kelalaian, akan terungkap, dan jika ada kegagalan sistem, akan ada respons tegas.”
“Yang tidak dapat diterima bagi negara seperti Spanyol adalah mengalami dua kecelakaan kereta dalam tahun yang sama,” ujar Sanchez, meski menyebut penyebab kedua kecelakaan tampaknya tidak berkaitan. Tabrakan ini terjadi sembilan bulan setelah kecelakaan antara kereta cepat milik operator yang sama di jalur yang sama menewaskan 46 orang.
Menteri Kesehatan Monica Garcia mengatakan petugas berfokus menyelamatkan korban dan mengevakuasi jenazah dari dua gerbong yang paling rusak. “Ini benturan berkecepatan tinggi, jadi kami memperkirakan ini sebuah tragedi,” ujarnya. Lebih dari 200 anggota Unit Darurat Militer dikerahkan ke lokasi.
Operator infrastruktur kereta ADIF menghentikan layanan kereta cepat antara Madrid dan Andalusia. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan duka. “Hari ini, Eropa berduka bersama kalian,” tulisnya di X. Tragedi ini terjadi lebih dari sebulan menjelang pemilu di Spanyol.















