Trump Tunjuk Stephen Miller Jadi Kepala Staf Gedung Putih

A A

Stephen Miller melambaikan tangan saat melintas di Halaman Selatan Gedung Putih, Washington, Jumat (6/11/2026). [Foto: Mark Schiefelbein/AP via Al Jazeera]

  • Trump menunjuk Stephen Miller sebagai kepala staf Gedung Putih menggantikan Susie Wiles.
  • Miller dipandang luas sebagai arsitek kampanye deportasi massal pemerintahan Trump.
  • Demokrat yang akan menguasai Kongres pada Januari diperkirakan menyelidiki peran Miller di Gedung Putih.
  • Miller menyebut pemerintah menetapkan target minimal 3.000 penangkapan ICE setiap hari.

Cekricek.id — Presiden AS Donald Trump menunjuk penasihat lamanya, Stephen Miller, sebagai kepala staf Gedung Putih setelah Partai Republik kalah telak dalam pemilu sela pekan ini.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut Miller “salah satu penasihat yang paling saya percayai” dan mengatakan ia akan menggantikan Susie Wiles pada Senin, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Jumat (6/11/2026).

Miller (41) dikenal sebagai salah satu pembela Trump yang paling vokal dan dipandang luas sebagai arsitek kampanye deportasi massal. Partai Demokrat akan menguasai DPR dan Senat AS pada Januari dan diperkirakan meluncurkan penyelidikan atas peran Miller di Gedung Putih.

Miller bergabung dengan kampanye presiden pertama Trump pada Januari 2016. “Saya kira ia dan Trump langsung cocok sejak awal. Saya kira ia membantu Trump menemukan suaranya,” kata mantan penasihat Trump Steve Bannon kepada The Associated Press pada 2017.

Pada masa jabatan pertama Trump, Miller menjadi penasihat sekaligus penulis pidato presiden. Ia disebut membentuk kebijakan “Zero Tolerance” Departemen Kehakiman 2018 di perbatasan yang berujung pada pemisahan keluarga secara luas, serta larangan perjalanan 2017 terhadap sejumlah negara mayoritas Muslim.

Pada 2019, Southern Poverty Law Center merilis surel yang diduga memperlihatkan Miller mendukung situs dan ideologi nasionalis kulit putih. “Tidak dapat diterima bila pemerintahan Trump secara sadar menempatkan seorang nasionalis kulit putih yang dikenal dan penganut ideologi supremasi kulit putih pada posisi berkuasa dan berpengaruh atas kebijakan federal,” kata anggota Kongres Joaquin Castro dalam pernyataan pada 2020.

Sejak Januari 2025, Miller menjabat wakil kepala staf bidang kebijakan dan penasihat keamanan dalam negeri. Pada Mei 2025, ia mengatakan kepada Fox News bahwa pemerintah menetapkan target minimal 3.000 penangkapan untuk ICE setiap hari.

Ia juga membela taktik agen imigrasi yang kian keras, termasuk awalnya menyebut Renee Good dan Alex Pretti, yang tewas dalam operasi di Minneapolis pada Januari, sebagai “teroris” sebelum menarik pernyataan soal Pretti.

Pada Juli, mantan mahasiswa pascasarjana Universitas Columbia Mahmoud Khalil menggugat sejumlah pejabat pemerintahan Trump, termasuk Miller, dengan tuduhan mengatur konspirasi untuk menyasar Khalil dan warga Palestina nonwarga negara lainnya.

Miller juga mendukung penculikan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro oleh AS dan pada Januari mengatakan kepada CNN bahwa AS berhak merebut Greenland berdasarkan kekuatan militernya. “Kita hidup di dunia, di dunia nyata … yang diatur oleh kekuatan, diatur oleh paksaan, diatur oleh kekuasaan,” katanya.

Kepala staf Gedung Putih biasanya bertugas mengawasi staf dan perekrutan, mengatur jadwal presiden, serta memberi masukan kebijakan. Belum jelas bagaimana jabatan baru itu memengaruhi pengaruh Miller atas Trump.

Bagikan

Baca Juga

Trump Konfirmasi Serangan Baru AS ke Pulau Qeshm Iran
Pena Jadi Tahanan Rumah, Pedro Alliana Dilantik Presiden Paraguay
Mohsen Rezaei Temui Putin, Sampaikan Pesan Mojtaba Khamenei
Gubernur California Ringankan Hukuman 548 Terpidana Mati
Meta, Google, dan TikTok Gugat California soal Medsos Remaja
Saham AI Anjlok Usai Kemenangan Demokrat di Pemilu Sela AS