- Kepala keamanan Iran Mohsen Rezaei bertemu Vladimir Putin di Moskow dan menyerahkan surat dari Mojtaba Khamenei.
- Pembicaraan mencakup pengaturan keamanan kawasan pascaperang dan rencana pipa gas dari Rusia ke Iran.
- Rezaei menegaskan Iran tidak akan membuka Selat Hormuz sebelum tujuh syaratnya dipenuhi AS.
- Juru bicara militer Iran menyebut Iran telah membeli jet tempur Su-35 dari Rusia.
Cekricek.id — Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei di Moskow untuk membahas keamanan kawasan, saat upaya diplomatik untuk mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran makin gencar.
Dalam pertemuan pada Kamis itu, Rezaei juga menyerahkan surat dari Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei kepada Putin, menurut lembaga penyiaran pemerintah Iran Press TV, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Jumat (6/11/2026).
“Isu-isu penting kawasan dibahas dengan Putin, dan terjadi pembicaraan penting mengenai periode pascaperang dan pengaturan keamanan kawasan,” kata Rezaei usai pertemuan.
Rezaei, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan Khamenei ingin pesan itu disampaikan secepat mungkin. Ia tidak mengungkap isi pesan tersebut. Kunjungan ke Moskow sudah direncanakan hampir sebulan sebelumnya, tetapi ditunda karena pembahasan harian soal situasi militer di kawasan.
Dalam pernyataan tertulis pada Rabu, Khamenei menegaskan tidak boleh ada “kecenderungan sekecil apa pun untuk tunduk” kepada AS.
Rezaei menegaskan Teheran tidak akan berunding dengan AS soal mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz sebelum Washington memenuhi tujuh tuntutannya. “Kami telah menyampaikan tujuh syarat kepada Amerika. Selama mereka tidak melaksanakannya, kami tidak akan membuka Selat Hormuz dan tidak akan berunding,” ujarnya.
Menurut Rezaei, Putin menegaskan Rusia siap membantu mengakhiri perang. Pembicaraan di Kremlin juga membahas pembangunan pipa gas dari Rusia ke Iran untuk mengatasi kekurangan gas Iran sekaligus memungkinkan Rusia menjual gas ke negara-negara tetangga Iran.
Rezaei juga memaparkan kepada Putin hasil pertemuan di Teheran pada akhir Oktober antara Iran, Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan. “Seperti sahabat-sahabat kami di China, kami yakin harus ada pengaturan kawasan dan negara asing tidak boleh mencampuri keamanan kawasan,” katanya.
Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menelepon mitranya dari Kuwait, Arab Saudi, Oman, Qatar, Turkiye, dan Yordania. Juru bicara militer Iran Mohammad Akraminia sebelumnya menyebut Iran telah membeli jet tempur Su-35 dari Rusia dan akan menerimanya setelah perang usai.















