Kongres Paraguay Tolak Pengunduran Diri Presiden Santiago Pena

A A

Seorang wartawan menyaksikan siaran televisi Presiden Paraguay Santiago Pena mengumumkan pengunduran dirinya di Istana Kepresidenan Mburuvicha Roga, Asuncion, Kamis (5/11/2026). [Foto: AFP via Al Jazeera]

  • Kongres Paraguay menolak pengunduran diri Presiden Santiago Pena setelah bank digital Ueno Bank kolaps.
  • DPR Paraguay memutuskan 78-0 memakzulkan Pena, sementara Senat membuka proses pemakzulan.
  • Ueno mengklaim memiliki sekitar 3 juta nasabah di negara berpenduduk 6,5 juta jiwa.
  • Jaksa agung Paraguay memerintahkan tiga penyelidikan pidana atas kolapsnya bank tersebut.

Cekricek.id — Kongres Paraguay menolak pengunduran diri Presiden Santiago Pena dan melanjutkan proses pemakzulan setelah bank digital Ueno Bank kolaps.

Pena, yang menjabat presiden sejak 2023, mencoba mundur pada Kamis saat jutaan nasabah Ueno masih tak bisa mengakses rekening mereka, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Kamis (5/11/2026).

“Saya melakukannya dengan mempertimbangkan stabilitas negara kita, perdamaian sosial, dan kebutuhan untuk menjaga lembaga-lembaga demokrasi kita,” kata politikus konservatif itu dalam pidato rekaman.

Namun, anggota parlemen menolak pengunduran dirinya. DPR memutuskan 78-0 untuk memakzulkannya, dan Senat membuka proses pemakzulan serta memanggilnya pada Jumat. Sidang gabungan untuk membahas pengunduran diri itu kehilangan kuorum setelah anggota Partai Colorado yang mengusung Pena keluar ruangan.

Tokoh Partai Colorado sekaligus mantan presiden Horacio Cartes menyatakan kelompoknya mendukung pemakzulan Pena. “Kami tidak akan berpihak pada pencurian dana publik, swasta, dan pensiun,” tulis Cartes di media sosial. “Kita harus memikirkan rakyat dan nilai-nilai yang kita junjung di Partai Colorado.”

Penolakan pengunduran diri itu kemungkinan memperberat ancaman hukum bagi Pena. Di Paraguay, presiden yang meninggalkan jabatan biasanya menjadi senator seumur hidup dengan kekebalan hukum tertentu, tetapi status itu tidak diberikan bila presiden dinyatakan bersalah dalam sidang pemakzulan.

Krisis politik pecah awal pekan ini saat bank sentral Paraguay mengumumkan Ueno berada di bawah rasio solvabilitas legal. Setelah pembukuannya dikoreksi, modal bank itu kurang dari separuh minimum yang diwajibkan.

Sebelum kolaps, Ueno mengklaim memiliki sekitar 3 juta nasabah di negara berpenduduk 6,5 juta jiwa. Banyak di antaranya kehilangan akses ke rekening dan dana pensiun yang dibayarkan lewat bank itu.

Bank sentral juga disorot karena dinilai tidak mengawasi Ueno dengan benar, dan kepalanya, Carlos Carvallo, telah mundur. Pena pernah memiliki saham di induk Ueno, Grupo Vazquez, meski mengaku telah menjualnya pada 2025. Anggota parlemen menuding Pena memiliki konflik kepentingan.

Jaksa agung Paraguay memerintahkan tiga penyelidikan pidana atas kolapsnya bank itu, dan Pena menyatakan akan bekerja sama dengan penyidik.

“Keinginan terbesar saya adalah pengembalian dana itu dijamin, dana penjaminan simpanan menjalankan fungsinya, dan dana publik serta sumber daya milik seluruh rakyat Paraguay terlindungi,” kata Pena. Jika ia dicopot, Wakil Presiden Pedro Alliana kemungkinan menggantikannya.

Bagikan

Baca Juga

Tren Work From Cafe, Guru Besar UNAIR: Co-Working Pemerintah Sepi
Kandang Sapi Irak Boros Pakan, Kurang Air Minum dan Dokter Hewan
Guinea-Bissau Hentikan Uji Vaksin Hepatitis B Dana AS pada Bayi
Mojtaba Khamenei: Kekalahan Trump Tak Akhiri Permusuhan AS
Suriah dan Saudi Teken Kerja Sama Pertahanan, Pinjaman 403 Juta
Russell Brand Dinyatakan Bersalah atas Pemerkosaan di London