Suriah dan Saudi Teken Kerja Sama Pertahanan, Pinjaman 403 Juta

A A

Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Riyadh, Rabu (4/11/2026). [Foto: Saudi Press Agency/Handout via Reuters, Al Jazeera]

  • Suriah dan Arab Saudi meneken kerja sama pertahanan dalam kunjungan kedua Ahmed al-Sharaa ke Riyadh kurang dari sebulan.
  • Dana Pembangunan Saudi menyepakati pinjaman 403 juta dolar AS untuk kesehatan, perumahan, energi, dan air minum Suriah.
  • Menlu Suriah Asaad al-Shaibani menyebut Suriah menimbang bergabung dengan aliansi Mekah.
  • Kedua pemimpin menyerukan penghentian segera ancaman terhadap pelayaran di Laut Merah dan Selat Hormuz.

Cekricek.id — Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyaksikan penandatanganan sejumlah perjanjian, termasuk kerja sama pertahanan dan pinjaman Saudi lebih dari 403 juta dolar AS untuk sektor energi, perumahan, kesehatan, dan infrastruktur Suriah.

Perjanjian itu diteken pada Rabu dalam kunjungan kedua al-Sharaa ke Riyadh dalam waktu kurang dari sebulan, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Kamis (5/11/2026). Kementerian Luar Negeri Suriah menyebut perjanjian kerja sama antar-kementerian pertahanan kedua negara sebagai yang “paling menonjol” tetapi tidak mengungkap isinya.

Perjanjian pertahanan itu muncul beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani menyatakan pemerintahnya menimbang bergabung dengan pakta pertahanan bersama Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan.

“Pembahasan sedang berlangsung untuk mengevaluasi masuknya Suriah ke aliansi Mekah,” kata al-Shaibani pada Sabtu di Manama Dialogue, konferensi keamanan di Bahrain.

Arab Saudi meminta bantuan AS serta negara-negara Eropa dan Timur Tengah untuk dukungan defensif maupun ofensif dalam perang baru melawan Houthi di Yaman. Kelompok itu menyerang bandara dan fasilitas minyak di Arab Saudi.

Menurut Kemlu Suriah, kedua pemimpin membahas dampak eskalasi militer terhadap keamanan kawasan, keselamatan pelayaran internasional, keandalan pasokan energi, dan stabilitas ekonomi global. Mereka menyerukan “penghentian segera semua tindakan yang mengancam keamanan navigasi maritim” di Laut Merah, Selat Bab al-Mandeb, dan Selat Hormuz.

Peneliti politik Suriah Ahmed Qassem kepada Al Jazeera mengatakan “kunjungan kedua dalam waktu sesingkat itu menunjukkan besarnya tantangan keamanan di kawasan” dan di Suriah. Menurutnya, Suriah perlu bergabung dengan aliansi Mekah karena membutuhkan “kekuatan penangkal” untuk melindungi kedaulatan dan mencegah perambahan Israel yang makin besar atas wilayahnya.

Dana Pembangunan Saudi menyepakati pinjaman 403 juta dolar AS lewat enam perjanjian dengan Kementerian Keuangan Suriah dengan syarat lunak, menurut kantor berita resmi Saudi Press Agency.

Rinciannya, 100 juta dolar AS untuk membangun kembali fasilitas kesehatan, 60 juta dolar AS untuk memperbaiki perumahan, 105 juta dolar AS untuk memperkuat pertahanan sipil, 90 juta dolar AS untuk merehabilitasi pembangkit listrik tenaga uap Aleppo, dan 30 juta dolar AS untuk sistem air minum di Damaskus dan Idlib.

Arab Saudi menjadi penyokong utama pemerintah Suriah sejak al-Sharaa berkuasa setelah tergulingnya Bashar al-Assad pada Desember 2024. Kedua pemimpin terakhir bertemu di Riyadh pada 6 Oktober.

Bagikan

Baca Juga

Russell Brand Dinyatakan Bersalah atas Pemerkosaan di London
Bukele Pamerkan Patroli Tentara El Salvador Lawan Geng Haiti
JD Vance: Republik Kalah Pemilu Sela karena Perang Iran
Pasien Demam Berdarah Bangladesh Kian Banyak di Luar Dhaka
Abdul El-Sayed Menangi Kursi Senat AS dari Michigan
Partai Demokrat Rebut Kendali Senat AS dalam Pemilu Sela 2026