Partai Demokrat Rebut Kendali Senat AS dalam Pemilu Sela 2026

A A

Gedung Capitol AS di Washington DC pada hari pemilu sela, Selasa (3/11/2026). [Foto: AFP via Al Jazeera]

  • Partai Demokrat merebut kembali kendali Senat AS dalam pemilu sela 2026, menurut proyeksi Associated Press.
  • Demokrat mengamankan sedikitnya 53 kursi setelah memenangi sedikitnya tujuh kursi baru.
  • Kemenangan Demokrat mencakup Texas, Kansas, dan South Carolina yang lama dikuasai Republik.
  • Trump mengakui Demokrat berjuang keras dan mengaitkan kekalahan Republik dengan mahalnya harga bensin.

Cekricek.id — Partai Demokrat merebut kembali kendali Senat AS dalam pemilu sela 2026, menurut proyeksi kantor berita Associated Press.

Senat dinyatakan jatuh ke tangan partai itu pada Selasa malam, menandai pergeseran dramatis kekuasaan legislatif, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Rabu (4/11/2026).

Demokrat membutuhkan tambahan bersih empat kursi di majelis beranggotakan 100 orang itu untuk merebut kendali dari Partai Republik pimpinan Presiden Donald Trump. Hingga Selasa malam, mereka telah memenangi sedikitnya tujuh kursi.

Di South Carolina, dokter anak Annie Andrews merebut kursi Darline Graham, saudara perempuan mendiang Senator Lindsey Graham yang meninggal pada Juli. Demokrat terakhir kali memenangi kursi Senat di negara bagian itu pada 1998. Di North Carolina, mantan gubernur Roy Cooper mengalahkan kandidat Republik Michael Whatley.

Di Texas, anggota legislatif negara bagian sekaligus mahasiswa seminari James Talarico mengalahkan Jaksa Agung Texas Ken Paxton. Demokrat terakhir kali memenangi pemilihan tingkat negara bagian di Texas pada 1994.

Sherrod Brown mengalahkan Senator Republik Jon Husted di Ohio, Troy Jackson menumbangkan senator senior Republik Susan Collins di Maine, dan peraih emas Paralimpiade Josh Turek mengalahkan Ashley Hinson di Iowa.

Di Kansas, pendeta gereja besar Adam Hamilton mengalahkan Senator Republik Roger Marshall. Kansas terakhir kali memilih senator dari Partai Demokrat pada 1932.

“Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana seorang Demokrat bisa menang di Kansas, negara bagian yang sangat merah, untuk pertama kalinya dalam hampir satu abad, apalagi di negara bagian yang hanya 25 persen warganya Demokrat?” kata Hamilton dalam pidato kemenangannya.

Dengan hasil Selasa, Demokrat mengamankan sedikitnya 53 kursi, cukup untuk mayoritas, sementara hasil beberapa pemilihan belum ditentukan. Di Kongres ke-119 yang akan berakhir, Republik memegang 53 kursi, sedangkan Demokrat 45 kursi ditambah dua senator independen.

Hasil ini juga mengakhiri “trifecta” Republik sejak pemilu 2024, ketika partai itu menguasai Senat, DPR, dan kursi presiden sekaligus.

Trump Akui Demokrat Berjuang Keras

Trump mengakui Demokrat “bekerja dengan baik” dan “berjuang keras”. Kepada Fox News, ia menyebut perang AS-Israel terhadap Iran ikut berperan dalam kekalahan Republik karena pemilih kemungkinan belum siap menghadapi “konsekuensi jangka pendek berupa harga bensin yang lebih mahal”.

Namun di platform Truth Social, Trump menjaga jarak dari hasil itu. “Saya tidak ada di surat suara, dan seandainya ada, kami akan menang TELAK!” tulisnya.

Trump mengatakan akan bekerja sama dengan Demokrat di Kongres mendatang, meski memperkirakan mereka akan mengajukan rancangan undang-undang yang ia sebut “gila”.

“Mereka akan mengirim hal-hal yang gila, dan saya akan memvetonya. Setelah beberapa bulan veto, mereka akan menelepon dan bertanya, ‘Bagaimana caranya agar ini bisa jalan?’ Lalu kita akan bekerja sama,” kata Trump.

Bagikan

Baca Juga

Perusahaan Minyak AS Raup Laba 130 Miliar Dolar dari Perang Iran
Serangan Rusia ke Pusat Bantuan di Ukraina Tewaskan 26 Orang
Dugaan Serangan Siber Panaskan Freezer Supermarket di Lima Negara
Trump Kembali Sebut Abdul El-Sayed Jihadis di Kampanye Terakhir
Ribuan Orang Tuntut Kepala Komisi Pemilu India Mundur
Senator Demokrat AS Chris Murphy Alami Stroke Jelang Pemilu Sela