ITS Ajukan Akreditasi Lab Uji Baterai Kendaraan Listrik ke KAN

A A

Manajer STP Otomotif ITS Prof Bambang Sudarmanta memaparkan pengembangan laboratorium uji baterai kendaraan listrik di Surabaya, Rabu (4/11/2026). [Foto: ITS]

  • ITS menyiapkan laboratorium uji baterai kendaraan listrik terakreditasi.
  • Pengajuan akreditasi lab sudah dikirim ke Komite Akreditasi Nasional (KAN).
  • Pakar ITS minta pemerintah, peneliti, dan industri bahas metode uji baterai bersama.

Cekricek.id — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tengah menyiapkan laboratorium uji baterai kendaraan listrik terakreditasi. Pengajuan akreditasi laboratorium milik Science Techno Park (STP) Otomotif ITS itu sudah dikirim ke Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Kabar tersebut disampaikan dalam seminar otomotif yang digelar STP Otomotif ITS di Gedung Hall Creative Center, kawasan STP ITS, Surabaya, sebagaimana disampaikan dalam keterangan tertulis ITS, Rabu (04/11/2026). Seminar itu menjadi bagian dari persiapan pengembangan Laboratorium Uji Baterai Terakreditasi.

Manajer STP Otomotif ITS, Prof. Dr. Bambang Sudarmanta, S.T., M.T., menerangkan bahwa baterai merupakan komponen utama kendaraan listrik. Kualitas baterai menentukan kapasitas penyimpanan energi, sekaligus memengaruhi performa, keselamatan, keandalan, dan usia pakai kendaraan.

Menurut Guru Besar Teknik Mesin ITS itu, produk baterai yang dipakai kendaraan listrik sangat beragam dan karakteristiknya berbeda-beda. “Baik berdasarkan jenis kimia sel, konfigurasi battery pack, kapasitas energi dan tegangan kerja, sistem manajemen baterai, hingga sistem proteksi dan manajemen termalnya,” paparnya.

Karena itu, Bambang menilai pemahaman atas karakteristik produk baterai menjadi bagian dari penguatan kompetensi industri. Ia juga mendorong pemerintah, peneliti, dan industri mengulas bersama kebijakan, rantai pasok dan bahan baku, regulasi, hingga metode pengujian baterai yang terintegrasi dan kompetitif.

Baca juga: Chip Merah Putih Dikebut, Mendiktisaintek Bidik 11 November

Ekosistem Pengujian Kendaraan Listrik

Direktur Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS, Dr. Ir. Endroyono, DEA, menyampaikan bahwa kawasan STP ITS dirancang tidak hanya berfokus pada satu bidang studi. Menurutnya, riset teknologi memerlukan ekosistem inovasi yang utuh dengan rantai keilmuan yang saling mendukung.

“Untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KLBB), ekosistem ini mendukung pengujian baterai yang aman, andal, dan sesuai kebutuhan industri,” jelas Endroyono.

Pengembangan laboratorium tersebut disebut sebagai langkah ITS memperkuat infrastruktur pengujian baterai kendaraan listrik di dalam negeri. Upaya itu diarahkan untuk mendukung pengembangan teknologi, standardisasi, serta peningkatan daya saing industri kendaraan listrik nasional.

Baca juga: Mendiktisaintek Brian: Riset Kampus Jangan Berhenti di Publikasi

Seminar yang dilanjutkan dengan pameran produk inovasi STP Otomotif itu diharapkan menghimpun masukan mengenai kebutuhan pengujian, standardisasi, akreditasi, dan kolaborasi dengan laboratorium uji baterai. STP Otomotif ITS juga memperkenalkan fasilitas, produk, teknologi, dan kapabilitas laboratoriumnya kepada publik, terutama pemangku kebijakan.

ITS menegaskan bahwa layanan laboratorium tetap mengacu pada status resmi dan ruang lingkup akreditasi yang nantinya ditetapkan. Kampus tersebut berharap STP Otomotif dapat menjadi pusat pengembangan teknologi, pengujian, penelitian, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang kendaraan listrik untuk mendukung transisi energi nasional.

Baca juga: ITB dan Peruri Rancang Chip Paspor Elektronik Pertama di RI

Bagikan

Baca Juga

Dari 16 Ribu Jurnal Terakreditasi, Hanya 1,5 Persen Masuk SINTA 1
Chip Merah Putih Dikebut, Mendiktisaintek Bidik 11 November
Enam Pimpinan PTN Baru Dilantik, Unmul dan Dua UPN Ganti Rektor
UNS Kirim Tim Medis ke Tiga Kota Terdampak Asap Karhutla
Plastik Jadi Setara Solar, BRIN Gandeng Kampus Olah Sampah Desa
Mendiktisaintek Brian: Riset Kampus Jangan Berhenti di Publikasi