Chip Merah Putih Dikebut, Mendiktisaintek Bidik 11 November

A A

Rapat pembahasan tindak lanjut pengembangan Chip Merah Putih di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Jumat (30/10/2026). [Foto: Humas Kemdiktisaintek]

  • Kemdiktisaintek dan Peruri bahas tindak lanjut pengembangan Chip Merah Putih.
  • Izin prakarsa BP BUMN ditargetkan masuk harmonisasi 11 November.
  • Hackathon desain chip diikuti 338 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi.

Cekricek.id — Pemerintah mempercepat persiapan pengembangan industri semikonduktor dan chip nasional yang dinamai Chip Merah Putih. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto membahas kesiapan ekosistem desain, riset, dan kebutuhan talenta bersama Direktur Digital Business Perum Peruri, Edwin Purwandesi, dalam rapat tindak lanjut di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Rapat itu menindaklanjuti pertemuan sebelumnya dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN). Brian menekankan setiap tahap pengembangan harus terarah dan berdasar kuat.

“Dari pertemuan terakhir, sudah disampaikan kesiapan dari BP BUMN untuk mengajukan izin prakarsa. Hari ini kita akan mendengar perkembangan terbaru dan mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu dilengkapi. Target sebelumnya adalah 11 November, paling tidak prosesnya sudah mulai masuk tahap harmonisasi,” kata Brian, sebagaimana disampaikan dalam keterangan tertulis Kemdiktisaintek, Jumat (30/10/2026).

Baca juga: ITB dan Peruri Rancang Chip Paspor Elektronik Pertama di RI

338 Mahasiswa Sudah Ikut Hackathon Desain Chip

Dalam rapat itu, Peruri memaparkan ekosistem desain chip yang disiapkan bersama sejumlah mitra. Salah satu fondasinya adalah sandbox atau lingkungan pengembangan desain chip yang sudah dipakai dalam hackathon yang diikuti 98 tim dari 41 perguruan tinggi, melibatkan 338 mahasiswa.

Menurut Kemdiktisaintek, pengembangan desain diarahkan pada sejumlah jenis chip dengan mempertimbangkan kelayakan teknis dan ekonomi. Peta jalannya mencakup tahap desain hingga kemungkinan menuju fabrikasi, dengan kebutuhan sumber daya manusia ikut diperhitungkan.

Baca juga: Mendiktisaintek Brian: Riset Kampus Jangan Berhenti di Publikasi

Dari sisi riset, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menyebut kementerian tengah mendukung riset semikonduktor bersama sejumlah perguruan tinggi, salah satunya program dengan target rampung Mei 2028. Riset ini diharapkan menjadi fondasi kemampuan desain chip nasional.

Rapat juga membahas perlunya kerangka kebijakan dan koordinasi antarlembaga agar penugasan industri semikonduktor jelas, termasuk peran pemerintah dan BUMN serta instrumen kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan program.

Baca juga: Enam Pimpinan PTN Baru Dilantik, Unmul dan Dua UPN Ganti Rektor

Bagikan

Baca Juga

Enam Pimpinan PTN Baru Dilantik, Unmul dan Dua UPN Ganti Rektor
UNS Kirim Tim Medis ke Tiga Kota Terdampak Asap Karhutla
Plastik Jadi Setara Solar, BRIN Gandeng Kampus Olah Sampah Desa
Mendiktisaintek Brian: Riset Kampus Jangan Berhenti di Publikasi
Wamendiktisaintek: Lulusan Kini Dinilai Masyarakat, Bukan Dosen
Rektor Unej: Efisiensi Masih Berlaku, Anggaran Jangan Copy Paste