Rektor Unej: Efisiensi Masih Berlaku, Anggaran Jangan Copy Paste

A A

Pimpinan dan peserta diskusi terpumpun penetapan Rencana Bisnis Anggaran 2027 Universitas Jember berfoto bersama. [Foto: Universitas Jember]

  • 185 unit kerja Unej mengajukan 1.523 kegiatan senilai Rp183,9 miliar untuk 2027
  • Rektor meminta usulan anggaran tidak sekadar disalin dari tahun lalu
  • Audit mutu internal 2026 menghasilkan 23 temuan mayor di 11 aspek

Cekricek.id — Universitas Jember (Unej) meminta seluruh unit kerjanya menyusun program kerja dan anggaran 2027 secara lebih terarah karena kebijakan efisiensi anggaran masih berlaku. Pesan itu disampaikan Rektor Unej Iwan Taruna saat membuka diskusi terpumpun penetapan Rencana Bisnis Anggaran (RBA) 2027 yang diikuti semua pimpinan unit kerja pada 17–19 Oktober 2026.

“Saya minta penyusunan program kerja dan anggaran unit kerja harus tetap seimbang antara pengembangan dan pembangunan serta berorientasi pada pemenuhan target IKU. Mengingat kebijakan efisiensi masih berlaku, maka usulan program dan anggaran harus disusun dengan baik, jangan sampai mampu menyusun program tetapi tidak bisa mewujudkannya, apalagi hanya copy paste dari tahun lalu,” kata Iwan, sebagaimana disampaikan dalam keterangan tertulis Universitas Jember, Senin (19/10/2026).

Baca juga: Efisiensi Belanja Indonesia 2023 Ungguli India dan Tiongkok

Menurut Iwan, penyusunan yang lebih terarah dapat dimulai dengan melibatkan sebanyak mungkin pemangku kepentingan, merujuk visi dan misi Unej, serta berkaca pada capaian Indeks Kinerja Utama (IKU). Hasil Audit Mutu Internal (AMI) tahun ini juga diminta menjadi rujukan.

Rp183,9 Miliar Diajukan 185 Unit Kerja

Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unej, Prof Bambang Kuswandi, memaparkan besarnya usulan yang sudah masuk. “Dari data yang ada, sebanyak seratus delapan puluh lima unit kerja mengajukan RBA yang meliputi 1.523 kegiatan dengan total anggaran yang diajukan mencapai 183,9 milyar rupiah. Unit kerja yang paling banyak mengajukan program adalah LP2M, UPA Teknologi Informasi dan Komunikasi, FKIP, FEB dan Fakultas Kedokteran,” jelasnya.

Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Agus Sunarya Sulaeman, mengingatkan bahwa perencanaan harus memikirkan sejak awal cara mewujudkan ide, termasuk pengadaan barang dan Tingkat Komponen Dalam Negeri. “Terapkan prinsip value for money dalam merancang program kerja dan anggaran dengan menerapkan prinsip membatasi program dengan urgensi rendah, optimalkan Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta fokus pada hasil akhir dan manfaat. Dan terakhir harus patuh kepada regulasi yang ada,” ujarnya.

Baca juga: Seperenam Ruang Kuliah di Batam Diramal Kosong Terus

Sementara itu, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Unej, Prof Ermanto Fahamsyah, melaporkan AMI 2026 menghasilkan 23 temuan mayor di 11 aspek, antara lain standar dosen dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, sistem penjaminan mutu internal, hingga tindak lanjut tracer study yang belum maksimal. “Kami berharap hasil AMI 2026 akan menjadi materi bagi unit kerja terutama fakultas dalam menyusun dan mengembangkan program kerja dan anggaran di tahun 2027,” ungkapnya.

Pada hari kedua dan ketiga, setiap unit kerja memaparkan RBA masing-masing untuk didiskusikan dan dievaluasi oleh Satuan Pengawas Internal.

Baca juga: Lapangan Kerja Menyempit, Investasi Asing Disebut Padat Modal

Bagikan

Baca Juga

Ekspor Kopi Olahan RI USD 692,1 Juta, Premix Terbesar Dunia
BI Dorong Transaksi Mata Uang Lokal di Pertemuan G20
ISEF 2026 Ditutup, Temu Usaha Syariah Capai Rp3,16 Triliun
Trade Expo Indonesia Ditutup, Transaksi USD 22,94 Miliar
OJK dan Bursa Temui Pelaku Pasar Modal Usai Denda Rp2,1 Triliun
Negara Makin Inovatif Belum Tentu Makin Dekat ke Target SDGs