UNS Kirim Tim Medis ke Tiga Kota Terdampak Asap Karhutla

A A

Ilustrasi petugas memadamkan api di lahan gambut berasap di Indonesia. [Foto: DenY Krisbiyantoro / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0]

  • UNS berangkatkan tim medis ke Banjarmasin, Palangka Raya, dan Palembang pada 27–30 Oktober 2026.
  • Sekitar 100 set APD hasil riset untuk petugas pemadam di tiap daerah.
  • Warga dilatih merakit penyaring udara portabel dari bahan sederhana.

Cekricek.id — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memberangkatkan tim medis tanggap darurat ke tiga kota terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yakni Banjarmasin, Palangka Raya, dan Palembang, Selasa (27/10/2026). Misi yang berlangsung hingga Jumat (30/10/2026) itu membawa alat pelindung diri (APD) bagi petugas pemadam dan pelatihan merakit penyaring udara portabel bagi warga.

Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskuler Fakultas Kedokteran UNS, Dr Darmawan Ismail dr SpBTKV, mengatakan misi ini dikoordinasikan dengan BNPB, BPBD, pemerintah daerah, dan dinas kesehatan setempat.

“Prioritas utama kami adalah penanganan cepat terhadap kebutuhan mendesak masyarakat terdampak kabut asap. Karena itu, tim langsung diterjunkan ke lapangan sementara integrasi teknis dan administratif terus dikoordinasikan secara simultan,” kata Darmawan, sebagaimana disampaikan dalam keterangan tertulis UNS, Selasa (27/10/2026).

Baca juga: Karhutla Meluas, Dekan Biologi UGM: Jangan Cuma Respons Darurat

Tim membawa APD modifikasi hasil riset terapan kampus, ditargetkan 100 set untuk setiap daerah. Perlengkapan yang dirancang Darmawan itu melindungi mata dan saluran pernapasan petugas pemadam di garis depan dari asap pekat dan gas beracun.

“Perlengkapan telah melalui uji fungsi klinis bersama para residen sebelum diberangkatkan. Di lokasi sasaran, kami juga akan menggelar demonstrasi langsung cara pemakaian serta panduan perawatan alat agar proteksinya optimal,” jelasnya.

Penyaring Udara dari Botol Bekas

Agenda kedua adalah lokakarya merakit penyaring udara portabel dari bahan sederhana, seperti spons, filter pendingin ruangan, botol bekas, selang katup satu arah, dan kipas. Menurut UNS, alat yang meniru prinsip kerja sistem pernapasan manusia itu efektif menurunkan konsentrasi partikel asap dalam uji simulasi tertutup. Tim menargetkan sekitar 100 unit dirakit di tiap kota bersama warga, tenaga kesehatan, dan relawan.

Baca juga: Karhutla Capai 8,35 Juta Hektare, Pakar UGM: Gambut Harus Basah

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNS Prof Dr E Muhtar SPd MSi menyebut pemberangkatan tim merupakan mandat Rektor UNS Prof Dr Hartono dr MSi.

“Operasional misi didanai sepenuhnya melalui alokasi program UNS Peduli serta sokongan jejaring mitra, meliputi Korpri Pusat, BKN, IKA UNS, dan Rumah Sakit UNS. Kehadiran tim di garis depan penanganan musibah ini merupakan komitmen konkret sivitas akademika untuk hadir di tengah kesulitan masyarakat,” ujar Muhtar.

Ia juga meminta anggota tim dan residen dokter spesialis yang bertugas mengutamakan keselamatan kerja, menjaga kondisi fisik, dan menyesuaikan diri dengan medan penanganan karhutla.

Baca juga: Pakar UGM: Kasus ISPA Melonjak Saat Kemarau dan Karhutla

Bagikan

Baca Juga

Pasien Diabetes Korea yang Punya Tempat Berobat Tetap Lebih Patuh
Darah Tinggi Lebih Dulu Datang daripada Diabetes pada Warga India
Guru Periksa Mata Murid, 7 dari 10 Kasus Gangguan Terjaring
Overdosis dan Jatuh Jadi Cedera Termahal di Amerika Serikat
Asap Rokok di Rumah Dihirup Hampir Seperlima Remaja Arab Saudi
Rokok Biasa Masih Lebih Dicari di Google daripada Rokok Elektrik