Dugaan Serangan Siber Panaskan Freezer Supermarket di Lima Negara

A A

Dok. Seorang pembeli di dalam supermarket Albert Heijn yang dioperasikan Ahold Delhaize, salah satu perusahaan yang terdampak serangan siber, di Eindhoven, Belanda, 2019. [Foto: Eva Plevier/Reuters via Al Jazeera]

  • Dugaan serangan siber menaikkan suhu sistem pendingin supermarket di Belgia, Estonia, Irlandia, Luksemburg, dan Swedia.
  • Pusat Keamanan Siber Nasional Swedia menyatakan sedang menangani sejumlah insiden pada sistem pendingin toko.
  • SuperValu menyebut 13 dari 223 tokonya di Irlandia terdampak insiden siber.
  • Suhu di jaringan supermarket Estonia yang terdampak disetel ke 50 derajat Celsius.

Cekricek.id — Dugaan serangan siber memicu naiknya suhu sistem pendingin toko bahan makanan di semakin banyak negara Eropa.

Lonjakan suhu pada malam hari tercatat di toko-toko di Belgia, Estonia, Irlandia, Luksemburg, dan Swedia, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Senin (2/11/2026). Pada Senin, peritel dan otoritas menunjuk dugaan serangan siber yang menegaskan rentannya sistem yang dulu sebagian besar bekerja secara mekanis.

Kepala Pusat Keamanan Siber Nasional Swedia John Billow mengonfirmasi kepada kantor berita Reuters bahwa lembaganya menangani sejumlah insiden yang memengaruhi sistem pendingin toko.

“Dalam beberapa pekan terakhir, kami … mendapati cukup banyak perangkat teknologi operasional yang terekspos di Swedia, yang sudah kami tegaskan perlu diperbarui atau ditambal,” katanya.

Operator toko ICA dan Coop menyebut suhu freezer di sejumlah toko di Swedia mendadak naik pada malam hari. Peritel Axfood menyatakan freezer di pusat distribusi layanan antar belanjaan di kawasan Gothenburg diretas, sementara Coop kepada harian Aftonbladet menyebut enam tokonya terdampak.

“Kami mengetahui sejumlah kecil toko terdampak insiden pada malam hari yang memengaruhi sistem lemari pendingin dan freezer mereka,” kata juru bicara ICA kepada Reuters.

SuperValu, jaringan supermarket terbesar ketiga di Irlandia, menyebut satu model sistem pendingin tertentu terdampak “insiden siber” di 13 dari 223 tokonya.

Kantor berita Belga melaporkan kenaikan suhu malam hari di puluhan toko Ahold Delhaize di Belgia dan Luksemburg. CEO perusahaan pendingin Sabcobel Stephan Moelans menyebut penyebabnya serangan siber dan mengatakan evaporator unit-unit itu dialihkan ke mode pencairan es. Di Belgia pula, lima toko Spar mengalami serangan pada sistem pendinginnya.

Ahold Delhaize telah melaporkan insiden keamanan siber kepada polisi Belanda bulan lalu.

Di Estonia, sedikitnya satu jaringan supermarket terdampak. “Ini masih sangat baru, terjadi pagi ini,” kata CEO pemasok teknologi Kitman Coldtech Jann Mutso kepada lembaga penyiaran publik ERR, tanpa menyebut jaringan yang terdampak. Menurut Mutso, suhu di jaringan itu disetel ke 50 derajat Celsius.

Serangan siber terhadap sistem pendingin di ratusan supermarket di Prancis sebelumnya menaikkan suhu lemari pendingin dan freezer hingga 50 derajat Celsius, merusak bahan makanan, dan memicu kebakaran di beberapa toko. Satu toko di Swedia menyebut di media sosial bahwa suhu lemari pendingin dan freezernya disetel sama seperti saat serangan di Prancis.

Bagikan

Baca Juga

Trump Kembali Sebut Abdul El-Sayed Jihadis di Kampanye Terakhir
Pakar Siber Sarankan Jangan Isi Tanggal Lahir Asli di Toko Daring
Ribuan Orang Tuntut Kepala Komisi Pemilu India Mundur
Senator Demokrat AS Chris Murphy Alami Stroke Jelang Pemilu Sela
Erdogan Desak Rusia dan Ukraina Hentikan Serangan di Laut Hitam
PBB: 290.000 Warga Yaman Mengungsi, Houthi Tembak Istana Aden