- Tanggal lahir bisa jadi kepingan penting bagi penipu untuk mencuri identitas
- Delapan dari 14 peritel yang disurvei meminta tanggal lahir saat pendaftaran
- Pakar menyarankan mengosongkan kolom tanggal lahir atau memakai tanggal lain
- Tanggal lahir asli cukup diberikan ke bank, kantor pajak, dan instansi resmi
Cekricek.id — Pakar keamanan siber menyarankan warganet berhenti mengisi tanggal lahir asli saat membuat akun di toko daring. Data yang tampak sepele itu bisa menjadi kepingan penting bagi penipu untuk mencuri identitas korban.
Melansir laporan The Guardian, Minggu (1/11/2026), tanggal lahir kerap tersimpan di akun daring setelah dimasukkan saat mendaftar di toko, program loyalitas, buletin, atau kompetisi daring. Dalam peretasan peritel daring Asos baru-baru ini, tanggal lahir pelanggan termasuk data yang dicuri.
Penipu bisa menyamar sebagai petugas bank, lalu menyebut nama, alamat, dan tanggal lahir korban agar terdengar meyakinkan. Karena itu, para profesional keamanan siber menyarankan orang menolak mengisi tanggal lahir atau memakai tanggal palsu untuk membatasi data pribadi yang beredar di internet.
Baca juga Peretas Bocorkan Data 40.000 Pegawai Keamanan Dalam Negeri AS
Satu Keping dari Teka-Teki
Jake Moore, penasihat perusahaan keamanan siber ESET, mengatakan informasi hasil peretasan bisa dijual lalu dipakai penipu untuk mengelabui atau menyamar sebagai korban. “Tanggal lahir saja tidak terlalu berharga bagi penjahat, tetapi bila digabung dengan informasi lain seperti nama dan nomor telepon, itu bisa membantu penjahat melakukan penipuan identitas,” kata Moore.
Pakar keamanan dari Datos Insights Serpil Hall menjelaskan pola yang biasa terjadi. “Pembobolan peritel memberikan nama, tanggal lahir, email, dan alamat. Data bocor lain menambahkan kredensial, nomor telepon, dan pengenal. Informasi publik seperti profil media sosial, data pekerjaan, dan kerabat menambah konteks. Hasilnya adalah profil identitas yang lebih lengkap,” ujarnya.
Toko Daring Tak Butuh Tanggal Lahir
Alexandre François, penyelidik penipuan di perusahaan intelijen WhoisXML API, menemukan delapan dari 14 peritel yang ia survei meminta tanggal lahir saat pendaftaran. “Peritel mungkin juga tidak punya banyak alasan untuk menghapus kolom ini, karena tanggal lengkap memberi mereka usia pelanggan, yang berguna untuk pemasaran,” katanya.
Baca juga Celah PHP2Shell Ancam Jutaan Situs, Wikipedia Ikut Terdampak
Menurut François, toko hanya butuh data kartu pembayaran dan alamat pengiriman. Tanggal lahir dan nama asli cukup diberikan kepada lembaga yang mencocokkannya dengan catatan resmi, seperti bank, pemberi pinjaman, kantor pajak, dan instansi penerbit SIM atau paspor. “Toko bukan salah satunya,” ujarnya. Ia menyarankan kolom tanggal lahir dikosongkan, atau bila wajib diisi, gunakan tanggal yang sama di semua peritel, misalnya tanggal 1 di bulan kelahiran, agar mudah diingat.
Moore menambahkan, memakai tanggal lahir berbeda di situs berisiko rendah dapat mengurangi paparan, tetapi lebih baik lagi tidak mengisi kolom pribadi yang tidak wajib. “Ada baiknya juga memakai alamat email terpisah untuk belanja daring, sehingga Anda bisa membuangnya bila email itu ikut bocor dan memulai lagi,” katanya.
Baca juga Binance Dibobol Peretas Korea Utara, Kripto 6,3 Miliar Dolar Raib















