- Binance menyebut sedikitnya 2,54 miliar dolar AS dana dibekukan akibat potensi masalah keamanan.
- Bursa kripto terbesar dunia itu menghentikan semua penyetoran dan penarikan sebagai langkah pencegahan.
- Harga Bitcoin turun sekitar 5 persen ke bawah 77.000 dolar AS setelah insiden itu.
- Pendiri Binance Changpeng Zhao menyebut insiden itu tampak seperti peretasan.
Cekricek.id — Bursa kripto Binance menyatakan sedikitnya 2,54 miliar dolar AS dana telah dibekukan menyusul “potensi masalah keamanan”.
Bursa kripto terbesar di dunia itu menyatakan pada Kamis telah menghentikan semua penyetoran dan penarikan “sebagai langkah pencegahan” selama menyelidiki situasi tersebut dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Jumat (30/10/2026). Binance menegaskan dana pengguna aman.
Harga Bitcoin turun sekitar 5 persen setelah insiden itu dan jatuh di bawah 77.000 dolar AS.
“Tim keamanan kami sedang meninjau semua informasi terkait secara mendesak, dan kami akan menyampaikan pembaruan melalui kanal resmi Binance begitu kami memiliki informasi yang terverifikasi,” bunyi pernyataan Binance kepada Al Jazeera.
“Pengguna harus tetap waspada terhadap penipuan dan tidak memercayai tautan, pesan, atau permintaan informasi akun yang tidak resmi,” lanjut pernyataan itu.
Pendiri sekaligus pemegang saham terbesar Binance, Changpeng Zhao, menyebut bursa itu tampaknya menjadi sasaran pencurian siber. “Ini memang terlihat seperti peretasan terhadap Binance,” tulis Zhao, yang tidak lagi mengelola operasional Binance sejak mundur sebagai CEO pada 2023, di X.
“Saya tidak mengelola Binance (.com) lagi, tetapi sebagai pemegang saham, saya berharap semua dana pengguna akan ditanggung sepenuhnya,” kata Zhao.















