Likud Tuding Partai Arab Curi Pemilu, Hasil Akhir Masih Buntu

A A

Seorang perempuan melintas di dekat spanduk bergambar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump di Yerusalem Barat, 28 Oktober 2026. [Foto: Reuters via Al Jazeera]

  • Dengan hampir 90 persen suara dihitung, blok Netanyahu diproyeksikan meraih 53 kursi dan blok Eisenkot 48 kursi.
  • Partai Arab, yakni Daftar Gabungan dan Raam, diproyeksikan meraih rekor gabungan 19 kursi.
  • Partai Likud menuding partai Arab mencuri pemilu dan menyerahkan ratusan kesaksian ke polisi.
  • Presiden Isaac Herzog akan mulai berkonsultasi dengan para pemimpin partai pekan depan.

Cekricek.id — Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menuding partai Arab mencuri pemilu Israel, saat penghitungan hampir 90 persen suara belum juga menghasilkan pemenang yang jelas.

Komite Pemilihan Pusat Israel menyatakan telah menghitung lebih dari lima juta suara hingga Rabu pukul 21.00 waktu setempat, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Kamis (29/10/2026). Blok Netanyahu diproyeksikan meraih 53 kursi dari 120 kursi Knesset, sementara blok oposisi pimpinan Gadi Eisenkot 48 kursi. Keduanya belum mencapai 61 kursi.

Daftar Gabungan dan Ra’am diproyeksikan meraih rekor gabungan 19 kursi. Lebih dari 500.000 surat suara khusus, termasuk milik tentara dan diplomat, masih harus dihitung dan bisa mengubah sebaran kursi. Hasil akhir bisa keluar paling cepat Kamis malam.

“Pemilu di Negara Israel dicuri oleh partai-partai Arab yang mendukung terorisme dan penghapusan negara Yahudi melalui tindak pidana serius berupa suap, ancaman, kekerasan, pemalsuan, dan penggunaan perangkat lunak terlarang untuk menggerakkan pemilih,” bunyi pernyataan Likud. Partai itu menyatakan menyerahkan ratusan kesaksian dan bukti kepada polisi, Shin Bet, dan Komite Pemilihan Pusat.

Eisenkot menyatakan aliansinya kini fokus pada “tugas berat yang dipercayakan kepada kami, yakni membawa perubahan bagi Israel dan membentuk pemerintahan mobilisasi Zionis”. “Ini kehendak rakyat yang menyatakan tidak percaya pada pemerintahan 7 Oktober,” tulisnya di X.

Daftar Gabungan dalam pernyataannya menyebut tingginya partisipasi pemilih Arab berperan menentukan dalam menahan koalisi Netanyahu dari mayoritas parlemen. Pemimpinnya, Yousef Jabareen, mengatakan aliansi itu dapat mendukung pemerintahan anti-Netanyahu dari luar, tetapi tidak akan bergabung di dalamnya.

Netanyahu akan tetap menjabat perdana menteri pelaksana tugas hingga pemerintahan baru terbentuk. Presiden Isaac Herzog akan mulai berkonsultasi dengan para pemimpin partai pekan depan setelah hasil resmi diumumkan. Sebelum pemilu, Eisenkot dan Netanyahu sama-sama menolak membentuk pemerintahan minoritas dengan dukungan partai-partai Arab.

Bagikan

Baca Juga

Serangan Drone di Pasar Darfur Tewaskan Lebih dari 100 Orang
Ancaman Spionase Jadi Dalih Iran Tekan Kelompok Pembangkang
Penutupan Hebron Masuki Hari Keenam, UNRWA Peringatkan Pengusiran
Pengadilan Rumania Perpanjang Penahanan Calin Georgescu 30 Hari
Pakar PBB Kecam Kekerasan Aparat Prancis terhadap Demo Pelajar
The Fed Tahan Suku Bunga Jelang Pemilu Sela AS Meski Inflasi Naik