- Penutupan kota Hebron oleh militer Israel memasuki hari keenam.
- UNRWA menyebut operasi Israel di Hebron telah membuat hampir 5.000 warga Palestina terusir.
- Pasukan Israel juga menahan empat warga Palestina di Tulkarem, termasuk seorang jurnalis.
- Sekolah di Nablus selatan diperintahkan beralih ke pembelajaran jarak jauh.
Cekricek.id — Militer Israel terus menyerbu kota Hebron saat penutupan kota terbesar di Tepi Barat yang diduduki itu memasuki hari keenam.
Pasukan Israel pada Rabu menyerbu sejumlah lingkungan di kota Hebron serta kota-kota di wilayah kegubernuran itu dan memperketat pembatasan di pintu masuk kota, menurut kantor berita Anadolu, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Rabu (28/10/2026). Tentara juga menyerbu kamp pengungsi Fawwar di selatan Hebron sekitar tengah malam.
Di tempat lain, pasukan Israel menahan empat warga Palestina di Tulkarem, termasuk seorang jurnalis dan dua saudaranya serta seorang petugas Dinas Intelijen Umum Palestina, menurut kantor berita Wafa. Di Beita, selatan Nablus, tentara menembakkan gas air mata ke warga yang memprotes pembongkaran dua rumah milik keluarga tahanan Palestina.
Seorang pria Palestina mengalami patah tangan setelah dipukuli pasukan Israel di Desa Yasid, utara Nablus. Di Desa Burin, tentara menyerbu rumah-rumah dan mengubah beberapa di antaranya menjadi barak militer. Sekolah di Nablus selatan diperintahkan beralih ke pembelajaran jarak jauh.
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) sehari sebelumnya menyatakan “keprihatinan mendalam” atas operasi Israel di Hebron yang telah membuat hampir 5.000 warga Palestina terusir, dan memperingatkan bahwa “hukuman kolektif” melanggar hukum internasional.
“Penutupan hampir total di sebagian besar Hebron sangat membatasi kebebasan bergerak warga dan akses mereka ke layanan penting,” tulis Direktur Urusan UNRWA untuk Tepi Barat Roland Friedrich di X. “Perkembangan ini membawa gema yang mengkhawatirkan dari pengusiran besar-besaran di Tepi Barat utara pada awal 2025.”
Operasi Israel itu menyusul tewasnya dua tentara Israel akibat tembakan pria bersenjata Palestina di sebuah pos pemeriksaan pekan lalu. Pejabat Palestina menuding Netanyahu memanfaatkan operasi itu untuk meraih suara pemukim menjelang pemilu Israel pada Selasa.















