- Pengadilan Banding Bukares memperpanjang penahanan Calin Georgescu selama 30 hari.
- Georgescu diduga menipu seorang pengusaha hingga 1,1 juta euro dengan janji fasilitas kredit.
- Pendukung Georgescu masuk ke gedung pengadilan untuk menuntut pembebasannya.
- Georgescu memenangi putaran pertama pilpres 2024 sebelum hasilnya dibatalkan karena dugaan campur tangan Rusia.
Cekricek.id — Pengadilan Rumania memperpanjang masa penahanan praperadilan politikus sayap kanan Calin Georgescu selama 30 hari dalam penyelidikan dugaan penipuan senilai 1,1 juta euro.
Putusan Pengadilan Banding Bukares itu membatalkan keputusan pengadilan tingkat bawah pada 13 Oktober yang memerintahkan Georgescu dipindahkan dari tahanan polisi menjadi tahanan rumah, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Rabu (28/10/2026). Georgescu merupakan kandidat pro-Rusia yang sempat memimpin pilpres Rumania 2024 sebelum dibatalkan.
Jaksa menyebut Georgescu dan dua tersangka lain membujuk seorang pengusaha Rumania menyerahkan 1,1 juta euro dengan janji bisa membantunya memperoleh fasilitas kredit hingga 15 juta euro dari sebuah lembaga keuangan asing.
Georgescu membantah melakukan kesalahan dan menyebut penyelidikan itu “bermotif politik”. Ratusan pendukungnya memprotes penyelidikan tersebut, dan sejumlah kelompok masuk ke gedung pengadilan Bukares pada Rabu untuk menuntut pembebasannya. Setelah putusan banding, Georgescu tetap ditahan polisi hingga 27 November.
Ketua partai sayap kanan Aliansi untuk Persatuan Rumania George Simion sebelumnya menyebut putusan pengadilan tingkat bawah sebagai tanda tuntutan para pengunjuk rasa didengar.
Georgescu meraih suara terbanyak pada putaran pertama pilpres Rumania November 2024. Hasil itu dan putaran kedua dibatalkan setelah muncul dugaan campur tangan Rusia, yang dibantah Moskow. Georgescu kemudian dilarang mencalonkan diri lagi, dan kandidat sentris pro-Eropa Nicusor Dan memenangi pemilu ulang pada Mei 2025.
Dalam perkara terpisah, jaksa menuduh Georgescu menghasut kekerasan setelah pemilu dibatalkan, menyebarkan informasi palsu, berupaya mengganggu keamanan nasional, dan mempromosikan pemimpin fasis era 1930-an.















