- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding serangan drone Rusia sebagai penyebab tenggelamnya kapal di Laut Hitam bagian Rumania.
- Rumania melaporkan dua orang tewas dan 11 orang diselamatkan setelah kapal pengangkut biji-bijian terbakar dan tenggelam.
- Kementerian Dalam Negeri Rumania tidak menyebut penyebab kebakaran kapal tersebut.
Cekricek.id — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding serangan drone Rusia sebagai penyebab tenggelamnya sebuah kapal di Laut Hitam bagian Rumania pada Senin (5/10).
Rumania melaporkan dua orang tewas dan 11 orang diselamatkan setelah kapal pengangkut biji-bijian itu terbakar dan tenggelam di perairannya, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Senin (05/10/2026).
“Serangan mengerikan oleh dua drone Rusia terhadap kapal sipil di perairan netral yang mengangkut jagung dan dimiliki Turkiye,” tulis Zelenskyy di media sosial.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Rumania, penjaga pantai menerima laporan sekitar pukul 11.00 waktu setempat bahwa kebakaran terjadi di kapal tersebut. Kementerian menyebut kapal berada di zona ekonomi eksklusif Rumania dan tidak menyebutkan penyebab kebakaran.
Warga negara Azerbaijan dan India dilaporkan berada di kapal saat kejadian.
Rumania termasuk di antara beberapa anggota NATO yang melaporkan pelanggaran wilayah tahun ini. Pada Mei, drone Rusia menghantam sebuah gedung apartemen. Pada Juni, drone laut Ukraina yang tersasar meledak di pelabuhan Constanta di Laut Hitam.
Pada Juli, Bukares memanggil duta besar Rusia setelah pertahanan udara mencegat tiga drone dalam rentang satu pekan.
Negara-negara Baltik juga mengalami masuknya drone ke wilayah udara mereka sepanjang perang di Ukraina. Pelanggaran wilayah udara turut menyebabkan runtuhnya pemerintahan Latvia pada akhir Mei setelah perselisihan soal cara menanggapinya.
Polandia memperkuat pertahanan udaranya setelah menuduh Moskow melanggar wilayah udaranya pada September. Di Moldova, drone yang dicurigai ditembak jatuh dua kali.
Kementerian Pertahanan Nasional Rumania menyatakan Angkatan Laut Rumania telah menghancurkan sembilan ranjau laut hanyut di Laut Hitam sejak perang dimulai. Rangkaian insiden itu terjadi di sepanjang sayap timur NATO.















