- Pada 2000, sebanyak 44 persen warga Chile berusia 12 sampai 64 tahun merokok dalam sebulan terakhir, lalu tinggal 27 persen pada 2022.
- Perbedaan bermakna hanya muncul antara periode 1994-2004 dan periode setelah Undang-Undang 20660 berlaku pada 2014-2022.
- Peluang merokok perempuan usia 37 sampai 40 tahun tercatat 0,30 pada 2014-2022, lebih rendah dibanding 0,42 pada 1994-2004.
- Pada usia 16, perokok bulanan kelahiran 1990-1995 sudah 30 persen, sedangkan kelahiran 2002-2007 hanya 5 persen.
Daftar Isi
Perokok di Chile makin sedikit. Pada 2000, sebanyak 44 persen warga berusia 12 sampai 64 tahun merokok dalam sebulan terakhir. Pada 2022, angkanya tinggal 27 persen.
Dibanding masa sebelum aturan, peluang merokok yang lebih rendah secara bermakna hanya tercatat pada periode berlakunya undang-undang tembakau yang lebih menyeluruh sejak 2013, terutama pada perempuan usia 37 sampai 44 tahun dan laki-laki usia 29 sampai 40 tahun. Periode aturan parsial 2006 tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik.
Temuan itu ditulis Magdalena Opazo Breton dari School of Medicine, University of Nottingham, Inggris, bersama Constanza Garín Valenzuela dari Universidad Adolfo Ibáñez, Santiago, dan Guillermo Paraje dari Business School Universidad Adolfo Ibáñez. Laporan mereka, Long-term trends in past-month smoking prevalence following tobacco control legislation in Chile: an age-period-cohort analysis, terbit di jurnal BMC Public Health pada 2026.
Datanya besar. Mereka menggabungkan 15 gelombang Studi Nasional Penggunaan Narkoba pada Populasi Umum Chile, atau ENPG, dari 1994 sampai 2022. Pesertanya 284.671 orang berusia 12 sampai 64 tahun di kawasan perkotaan 16 wilayah Chile.
Puncak pada 2000
Pada 1994 sampai 1998, angka perokok bulanan relatif stabil di sekitar 40 persen untuk seluruh penduduk, 45 persen untuk laki-laki, dan 35 persen untuk perempuan. Angka itu lalu naik. Puncaknya terjadi pada 2000, yaitu 44 persen untuk seluruh penduduk, 48 persen untuk laki-laki, dan 40 persen untuk perempuan.
Selisih yang Menyempit
Sesudah puncak itu, angka perokok laki-laki turun lebih dulu, sementara angka perokok perempuan bertahan tinggi sampai 2006. Sejak 2008, angka perokok Chile turun terus dan jarak antara laki-laki dan perempuan ikut menyempit. Penurunan paling tajam tercatat pada dua survei terakhir, yaitu 2020 dan 2022.
Pada 2022, perokok perempuan tercatat 27 persen dan laki-laki 27,2 persen. Angka keduanya nyaris sama, padahal pada 2000 laki-laki masih 48 persen dan perempuan 40 persen. Menurut para penulis, keadaan ini berbeda dengan kebanyakan negara di kawasan itu dan di dunia.
Meski turun, Chile masih termasuk negara dengan angka pemakaian tembakau tertinggi di benua Amerika. Rokok masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di negara itu. Para penulis mencatat perkiraan 8.495 sampai 19.000 kematian pada 2020 yang terkait penyakit akibat rokok.
Model statistik para penulis memperlihatkan arah yang sama. Pada periode survei terakhir, peluang laki-laki tercatat merokok sebulan terakhir 0,34 dan perempuan 0,31. Keduanya berada di titik terendah, dan bedanya tidak bermakna secara statistik.
Dua Undang-Undang
Chile meratifikasi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau WHO pada 2005, dan setahun kemudian Undang-Undang 20105 berlaku. Usia legal merokok naik dari 16 menjadi 18 tahun, sementara iklan langsung, sponsor acara, dan promosi produk tembakau dilarang. Merokok di sekolah juga dilarang, dan merokok di dalam ruangan dilarang sebagian.
Peringatan kesehatan bergambar juga wajib menutupi 50 persen bungkus rokok. Pada 2013, Undang-Undang 20660 memperketat aturan itu dengan melarang merokok di dalam ruangan sepenuhnya. Penjualan rokok dalam jarak 100 meter dari sekolah dilarang, begitu pula iklan tidak langsung.
Pajak tembakau juga naik secara moderat pada 2010, 2012, dan 2014. Harga merek terlaris nyaris tidak berubah setelah dua kenaikan pertama. Setelah kenaikan 2014, harganya naik dari 1.500 peso Chile, sekitar 2,7 dolar AS, menjadi 1.900 peso, sekitar 3,1 dolar AS.
Baca juga Warga Bangkok Membeli Alkohol di Minimarket, Tembakau di Warung
Secara keseluruhan, Chile maju dalam menjalankan berbagai dimensi MPOWER, bahkan dibanding negara tetangganya. Indeks Pelaksanaan Pengendalian Tembakau (TCI) Chile naik dari 3,03 menjadi 3,40, dari skor maksimal 4,0, antara 2007 dan 2022. Negara Amerika Selatan lain berada di kisaran 1,89 sampai 3,15.
Para penulis lalu membagi waktu menjadi tiga babak. Babak pertama 1994 sampai 2004, sebelum aturan baru. Babak kedua 2006 sampai 2012, saat UU 20105 berlaku, dan babak ketiga 2014 sampai 2022, saat UU 20660 berlaku.
Hasilnya, perbedaan bermakna hanya muncul antara babak pertama dan babak ketiga, baik menurut usia maupun menurut tahun lahir. Antara babak pertama dan babak kedua, saat aturan 2006 berlaku, tidak ada perbedaan yang bermakna secara statistik.
Rawan di Usia Remaja
Usia remaja menjadi titik rawan. Menurut model, peluang merokok laki-laki melonjak dari 0,12 pada usia 12 sampai 15 tahun menjadi 0,43 pada usia 16 sampai 19 tahun. Pada perempuan, peluangnya naik dari 0,15 menjadi 0,39.
Puncaknya datang sedikit lebih lambat. Laki-laki mencapai peluang tertinggi, 0,51, pada usia 25 sampai 28 tahun, dan perempuan 0,44 pada usia 20 sampai 24 tahun. Sesudah itu peluangnya turun cepat, dan lewat usia 44 beda antara laki-laki dan perempuan tidak lagi bermakna.
Generasi termuda berangkat dari titik yang sama, sekitar 3 persen pada usia 12. Pada usia 16, angka perokok bulanan kelahiran 1990-1995 sudah 30 persen. Kelahiran 1996-2001 berada di 18 persen, sedangkan kelahiran 2002-2007 hanya 5 persen.
Baca juga Siswa Laki-laki Merokok 34 Persen, Perempuan Hanya 1,5 Persen
Generasi yang Berbeda
Kelahiran 1978-1983, 1984-1989, dan 1990-1995 menempuh jalur yang mirip sampai usia 16, lalu berpisah. Kelahiran 1978-1983 mencapai puncak 53 persen pada usia 23, dan kelahiran 1984-1989 memuncak di 50 persen pada usia 20. Kelahiran 1990-1995 memuncak di 40 persen pada usia 26.
Perbedaan antargenerasi paling lebar pada usia 16 sampai 36 tahun. Sesudah usia 36 jaraknya mengecil dan nyaris hilang menjelang usia 64. Pada usia itu, sekitar 20 persen kelahiran 1930-1935 dan 1936-1941 merokok dalam 30 hari terakhir.
Peluang merokok tertinggi dimiliki kelahiran 1954-1959, yaitu 0,46 untuk laki-laki dan 0,40 untuk perempuan, serta perempuan kelahiran 1960-1965 dengan angka yang sama, 0,40. Di semua generasi perempuan lebih jarang merokok, tetapi bedanya bermakna hanya pada kelahiran 1966-1971 dan 1972-1977. Semua generasi yang lahir setelah 1983 menunjukkan peluang yang terus menurun.
Penurunan Terbesar di Usia Kerja
Pada periode berlakunya UU 20660, peluang merokok perempuan usia 37 sampai 40 tahun tercatat 0,30 pada 2014-2022, lebih rendah secara bermakna dibanding 0,42 pada 1994-2004. Pada usia 41 sampai 44 tahun, angkanya 0,31 berbanding 0,40.
Pada laki-laki, peluang yang lebih rendah secara bermakna tercatat pada usia 29 sampai 40 tahun. Para penulis menyebut kedua kelompok itu, perempuan 37 sampai 44 tahun dan laki-laki 29 sampai 40 tahun, sebagai penduduk usia kerja.
Menurut mereka, larangan merokok di ruang tertutup pada aturan 2006 dan 2013 mungkin membantu menekan rokok di kalangan pekerja. Aturan itu menyulitkan merokok di jam kerja. Merokok di restoran, bar, dan tempat pertemuan juga dilarang, sehingga kebiasaan itu makin sulit dipadukan dengan pergaulan bersama orang yang tidak merokok.
Pola serupa terlihat menurut tahun lahir. Pada 2014-2022, peluang merokok perempuan kelahiran 1978-1983 tercatat 0,33 dan kelahiran 1984-1989 tercatat 0,29, lebih rendah secara bermakna dibanding 1994-2004.
Pada laki-laki, penurunan bermakna terlihat pada empat generasi, yaitu kelahiran 1966-1971, 1972-1977, 1978-1983, dan 1984-1989. Peluang mereka pada 2014-2022 berturut-turut 0,37, 0,38, 0,34, dan 0,31.
Dari sana para penulis menarik simpulan. “Temuan ini menunjukkan bahwa paket kebijakan yang menyeluruh, alih-alih bertahap, berkaitan dengan perubahan yang lebih besar dalam perilaku merokok di tingkat populasi dan menyoroti peran perubahan generasi,” tulis Opazo Breton, Garín Valenzuela, dan Paraje (terjemahan Cekricek.id).
Baca juga Keseimbangan Pikiran Ubah Niat Berhenti Rokok Mahasiswi
Yang Belum Terjawab
Penelitian ini punya batas. Survei ENPG tidak memuat pertanyaan yang sebanding tentang mulai dan berhenti merokok. Karena itu, para penulis tidak bisa memastikan apakah penurunan terjadi karena makin sedikit orang mulai merokok atau makin banyak yang berhenti.
Hasilnya juga harus dibaca sebagai hubungan, bukan sebab-akibat, karena usia, periode, dan tahun lahir saling terkait erat dalam model semacam ini. Status merokok dilaporkan sendiri, dan stigma terhadap rokok pada tahun-tahun terakhir bisa membuat sebagian orang kurang melapor.
Rokok elektrik dan rokok kapsul beraroma tidak masuk analisis utama. Produk itu beredar di Chile setelah 2014, dan penjualannya baru dilegalkan pada 2025. Pemakaian rokok elektrik sebulan terakhir pada penduduk umum tetap rendah, antara 0,9 dan 1,5 persen pada 2014 sampai 2022.
Di kalangan pelajar, pemakai rokok elektrik saja dalam sebulan terakhir berkisar 4,3 sampai 6,7 persen pada 2015 sampai 2023. Menurut para penulis, angka sekecil itu tidak cukup kuat menunjukkan rokok biasa tergantikan rokok elektrik secara besar-besaran.
Pekerjaan Berikutnya
Chile belum berada di jalur target WHO, yaitu penurunan relatif 30 persen angka pemakaian tembakau orang dewasa antara 2010 dan 2025. Para penulis juga mencatat Chile tetap salah satu negara dengan angka pemakaian tembakau tertinggi di dunia.
Mereka menyarankan aturan yang lebih ketat bagi produk tembakau dan nikotin baru, dukungan berhenti merokok yang lebih kuat, dan pencegahan yang lebih giat bagi kaum muda. Mereka mencontohkan rancangan undang-undang tembakau dan vape Inggris yang sudah lolos parlemen, yang melarang penjualan tembakau kepada siapa pun yang lahir setelah 31 Desember 2008.
Tanpa aturan yang kuat, menurut para penulis, produk tembakau dan nikotin baru berisiko menghapus kemajuan puluhan tahun. Risiko itu terutama mengintai anak muda.













