Cekricek.id — Gelandang Paris Saint-Germain, Vitinha, memastikan dirinya siap tampil saat timnya menghadapi Aston Villa pada Piala Super Eropa 2026. Laga itu dijadwalkan berlangsung di Stadion Salzburg, Austria, Rabu (12/8/2026) pukul 21.00 waktu setempat.
Berbicara dalam konferensi pers menjelang pertandingan, pemain internasional Portugal tersebut menyatakan kondisinya baik dan menegaskan PSG belum kenyang gelar meski baru saja menuntaskan musim yang panjang.
"Saya baik-baik saja. Tahun lalu kami menunjukkan bahwa kami lapar gelar. Kami ingin memenangi lebih banyak gelar dan lebih banyak piala. Tahun ini pun tidak berbeda. Akan sulit, tetapi kami ingin memberikan segalanya untuk menang," kata Vitinha, mengutip Goal, Selasa (11/8/2026).
Waktu Persiapan yang Mepet
Vitinha tidak menutupi bahwa periode persiapan timnya lebih pendek dari biasanya. Kendati begitu, ia menilai dirinya dan rekan-rekannya tetap bisa tampil pada laga Piala Super Eropa tersebut.
Baca juga: Lucas Digne Kembali ke PSG Setelah Sepuluh Tahun
"Tentu saja, kami tahu waktu persiapannya agak singkat. Kami tidak mendapatkan waktu istirahat dan persiapan seperti biasanya. Saya rasa saya dan tim akan siap untuk pertandingan Rabu. Kami akan memberikan segalanya untuk menang," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa skuad PSG sempat memperoleh jeda seusai Piala Dunia. "Kami punya waktu untuk beristirahat setelah Piala Dunia. Kami siap memainkan pertandingan-pertandingan itu. Kami harus benar-benar fokus," tuturnya.
Aston Villa Bukan Lawan Asing
Piala Super Eropa mempertemukan juara Liga Champions dengan juara Liga Europa. PSG datang sebagai pemenang Liga Champions dua musim beruntun, sementara Aston Villa melangkah ke Salzburg dengan status juara Liga Europa. Menurut UEFA, final Liga Champions musim lalu yang dimenangi PSG berlangsung di Budapest.
Kedua tim sama-sama datang dengan skuad yang berubah sepanjang musim panas ini. Di kubu Paris, bek kiri Lucas Digne kembali ke klub yang ia tinggalkan sepuluh tahun lalu, sementara manajemen PSG juga menuntaskan kesepakatan untuk kiper asal Jepang, Zion Suzuki. Di sisi lain, Aston Villa menyiapkan laga ini sambil menyesuaikan diri dengan kepergian dua pemain penting mereka, Morgan Rogers dan Youri Tielemans, seperti dicatat UEFA.
Piala Super Eropa juga menjadi kesempatan bagi kedua pelatih menakar kesiapan tim sebelum liga masing-masing bergulir. Bagi PSG, laga ini adalah ujian resmi pertama setelah musim yang berakhir dengan trofi Liga Champions kedua secara beruntun.
Vitinha mengingatkan rekan-rekannya bahwa lawan yang akan dihadapi bukan tim yang mudah ditaklukkan. Ia menyinggung pertemuan kedua tim di Liga Champions beberapa musim lalu sebagai pengingat.
"Kita semua tahu Aston Villa, bahkan pada awal musim baru sekalipun. Bermain melawan mereka selalu sulit. Saya ingat betul pertandingan kami melawan mereka di Liga Champions dua tahun lalu, saya mengingatnya dengan baik," kata pemain berusia 25 tahun itu.
Dua Nama untuk Ballon d'Or
Pada kesempatan yang sama, Vitinha juga diminta menyebut kandidat peraih Ballon d'Or. Ia memilih dua rekan setimnya di PSG dan menyebut wajar bila penghargaan itu jatuh ke pemain Paris.
"Bagi saya, saya rasa wajar jika seorang pemain Paris Saint-Germain memenanginya, seperti Khvicha Kvaratskhelia setelah musimnya yang cemerlang di Liga Champions, atau Ousmane Dembele setelah musimnya yang luar biasa," ucapnya.
Laga di Salzburg menjadi pertandingan resmi pertama kedua tim pada musim 2026/2027. Perangkat pertandingannya sendiri sudah lebih dulu menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya wasit Piala Super Eropa dipimpin pengadil dari luar Eropa.

















