Mobilitas Sosial

A A

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Mobilitas Sosial?

Mobilitas Sosial adalah perubahan atau perpindahan status, peran, dan posisi seseorang atau sekelompok orang dari satu lapisan ke lapisan yang lain.

Secara umum, mobilitas sosial ada dua jenis, yaitu mobilitas sosial vertikal dan horizontal. Mobilitas sosial vertikal adalah kenaikan atau penurunan kondisi status dan peran seseorang atau sekelompok orang dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Mobilitas sosial vertikal dapat disebabkan oleh faktor politik, ekonomi, dan budaya. Contohnya seorang petani di suatu daerah ikut dalam pilkada (Pemilihan Kepala Daerah). Petani itu sukses mengantongi jumlah suara yang besar dan ini mengantarkannya menjadi anggota DPRD.

Status sebelumnya sebagai petani, kemudian menjabat dalam kedudukan penting. Berpindahnya peran dan posisinya dalam masyarakat, turut mengangkat status ekonomi dan sosialnya. Sedangkan mobilitas sosial horizontal tidak mngalami kenaikan atau penurunan kondisi dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Beberapa contoh dari mobilitas sosial horizontal adalah berpindahnya kewarganegaraan, melakukan urbanisasi, dan melakukan migrasi.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Bagikan

Baca Juga

Lowalangi, Nama Dewa Nias yang Kini Disebut dalam Doa Kristen
Prabu Siliwangi di Hulu Citarum, Tapa yang Dibaca sebagai Islam
Polahi Gorontalo, Pelarian Pajak Kolonial yang Masih Terpinggir
Wong Kalang dan Samin, Dua Tafsir Asal Usul Orang Bojonegoro
Suku Sakai di Mandau, Sudah Sampai Kampus tapi Belum Sejahtera
Carok Madura, dari Tanah Kapur sampai Pemilihan Kepala Desa