Cekricek.id — PT Danantara Investment Management (DIM) bersama anak usahanya, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), membuka kembali proses registrasi Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) untuk mempercepat pengembangan proyek pengelolaan sampah menjadi energi listrik atau PSEL di Indonesia.
Menurut keterangan tertulis Danantara Indonesia, Rabu (5/8/2026), pembukaan kembali registrasi ini merupakan bagian dari upaya memperluas ekosistem mitra yang mendukung program PSEL sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Proses registrasi sebelumnya telah menjaring peserta dari tujuh negara.
Menyasar Mitra dengan Kemampuan Menyeluruh
Fadli Rahman, Direktur Investasi DIM yang juga menjabat CEO Denera, mengatakan tantangan pengelolaan sampah di Indonesia membutuhkan dukungan mitra yang teruji di berbagai lini pekerjaan proyek infrastruktur besar.
“Indonesia's waste management challenges require an ecosystem of partners with proven technology, financing capacity, operational capabilities, and long-term commitment to large-scale infrastructure projects,” kata Fadli, yang bila diterjemahkan berarti tantangan pengelolaan sampah Indonesia membutuhkan ekosistem mitra dengan teknologi teruji, kapasitas pembiayaan, kemampuan operasional, dan komitmen jangka panjang untuk proyek infrastruktur berskala besar.
Ia menambahkan, perluasan DPT ini bertujuan membangun kemitraan yang kompetitif sekaligus membuka peluang bagi perusahaan domestik maupun internasional untuk turut menyumbang keahlian dalam transformasi pengelolaan sampah nasional.
Empat Bidang Keahlian, Tenggat Besok
Registrasi ini menyasar perusahaan dengan keahlian di empat bidang: pengembangan proyek, konstruksi atau engineering procurement construction (EPC), teknologi pengolahan sampah, serta operasi dan pemeliharaan fasilitas, ditambah kemampuan pembiayaan proyek. PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) ditunjuk sebagai agen registrasi dan verifikasi dalam proses ini.
Batas waktu pengajuan expression of interest ditetapkan pada 13 Agustus 2026, sehari setelah pengumuman ini disampaikan ke publik. Danantara dan Denera sempat menggelar sesi taklimat terbuka bagi calon peserta pada 7 Agustus 2026 untuk menjelaskan mekanisme dan persyaratan pendaftaran secara lebih rinci.
Bagian dari Ekspansi Investasi Danantara di Sektor Energi
Pembukaan kembali registrasi mitra PSEL ini menambah rangkaian langkah Danantara Indonesia di sektor energi dan investasi strategis, setelah lembaga ini sebelumnya mengonsolidasikan empat manajer investasi BUMN dengan total dana kelolaan Rp170 triliun serta menjalin kemitraan investasi hingga USD5 miliar dengan JBS Group di sektor protein.
Di sektor energi sendiri, Danantara belakangan juga mempercepat kerja sama perdagangan listrik lintas batas dengan Singapura, sehingga proyek PSEL ini melengkapi portofolio energi lembaga pengelola investasi negara tersebut, dari pembangkit energi terbarukan hingga skema ekspor listrik regional.
Program PSEL sendiri menyasar persoalan pengelolaan sampah perkotaan yang selama ini menumpuk di tempat pembuangan akhir sejumlah kota besar, dengan mengubahnya menjadi sumber energi listrik. Keterlibatan mitra internasional maupun domestik diharapkan mempercepat penerapan teknologi yang sudah terbukti di negara lain sekaligus menekan biaya investasi awal proyek.





















