- Soedirman Robotic Team Unsoed meloloskan dua tim ke final KRTI 2026 di kawasan IKN.
- Wahana Pesoed Pathfinder mampu terbang sejauh 60 kilometer dalam 33 menit 5 detik pada seleksi wilayah.
- Delegasi 31 mahasiswa menargetkan tiga besar pada Divisi Fixed Wing dan LELA.
Cekricek.id — Soedirman Robotic Team (SRT) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) meloloskan dua tim ke final Kontes Robot Terbang Indonesia atau KRTI 2026. Final digelar di kawasan Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, pada 20–25 September 2026.
Melansir keterangan tertulis Universitas Jenderal Soedirman, Rabu (16/09/2026), kedua tim itu adalah BIANTARA-FW pada Divisi Fixed Wing dan BIANTARA-LELA pada Divisi Long Endurance Low Altitude. Institut Teknologi Kalimantan bertindak sebagai tuan rumah.
SRT awalnya mengikuti tiga divisi, yakni Racing Plane, Fixed Wing, dan LELA. Seleksi dimulai dari penerimaan proposal pada 20 Mei–10 Juni 2026, evaluasi tahap I pada 17–19 Juni, hingga penilaian kemajuan secara daring pada 13–15 Agustus. Hasil yang diumumkan 20 Agustus memastikan dua tim Unsoed lolos.
Plt Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si., berpesan agar tim memberikan kemampuan terbaik di KRTI 2026 dan menjaga nama baik kampus.
Jayantara dan Pesoed Pathfinder
Ketua Tim BIANTARA-FW, Akhdan Lutfi Najmudin, mengatakan timnya membawa wahana bernama Jayantara. Pesawat nirawak itu berkonfigurasi high-wing monoplane dengan ekor berbentuk V.
“Wahana ini dilengkapi Flight Controller CUAV X7 untuk penerbangan autonomous, baterai 10.200 mAh, kamera Walksnail Moonlight untuk pemantauan real-time dan perekaman 4K, serta Sony A6000 24,3 MP untuk pemetaan. Jayantara juga memiliki sistem payload dropping untuk membawa dua payload masing-masing 500 gram,” jelas Akhdan.
BIANTARA-FW akan menjalankan misi pemetaan koridor sekitar 4,5 kilometer dan pemetaan area 200 × 200 meter pada dua zona. Tim juga harus melakukan loitering serta menjatuhkan muatan secara presisi.
Baca juga Drone tanpa GPS UB antar medical kit dalam 55 detik
Ketua Tim BIANTARA-LELA, Ibnu Abbas, mengandalkan Pesoed Pathfinder. Pada seleksi wilayah, wahana itu mampu terbang sejauh 60 kilometer dengan waktu tempuh 33 menit 5 detik.
“Wahana ini didukung baterai Li-Ion 17.000 mAh, telemetry radio, autonomous waypoint navigation, dan pemantauan video secara real-time,” ujar Ibnu.
31 Mahasiswa Menuju Final KRTI 2026
Kedua wahana dikembangkan mandiri oleh mahasiswa. Riset aeromodelling SRT dimulai sejak 2024 dan diintensifkan untuk KRTI 2026 sejak awal tahun ini.
Delegasi terdiri atas 31 mahasiswa. BIANTARA-FW membawa 15 mahasiswa teknis dan dua manajer tim, sedangkan BIANTARA-LELA membawa sembilan mahasiswa teknis dan satu manajer tim. Keduanya menargetkan masuk tiga besar di divisi masing-masing.
Baca juga Mahasiswa ITPLN usung urban mining di ajang MINERVA 2026
Rangkaian final dimulai dengan registrasi pada 20 September dan pembukaan pada 21 September. Technical meeting dan uji terbang berlangsung 22 September, perlombaan 23–24 September, dan pengumuman pemenang 25 September 2026.
Baca juga Kevin, 14 tahun, jadi mahasiswa termuda ITB angkatan 2026
KRTI merupakan kompetisi tahunan wahana terbang nirawak bagi mahasiswa yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional. Lomba ini menguji kemampuan terbang otonom, pemetaan, dan misi khusus sesuai divisi.















