- Sanggar Seni Sari Bunian menggelar Bumi Minangkabau Festival 2026 di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, 17–20 September 2026.
- Festival ini terlaksana lewat program Dana Indonesiaraya Kementerian Kebudayaan dari proposal yang diajukan pada 2025.
- Rangkaian acara meliputi lomba foto budaya, parade busana tradisional Minangkabau, meracik samba lado, melukis, dan mewarnai.
Cekricek.id — Sanggar Seni Sari Bunian menggelar Bumi Minangkabau Festival 2026 di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, selama empat hari pada 17–20 September 2026.
Festival itu terlaksana setelah komunitas Sanggar Seni Sari Bunian memperoleh kepercayaan Kementerian Kebudayaan untuk melaksanakan program Dana Indonesiaraya, menurut keterangan tertulis sanggar tersebut, Rabu (16/09/2026). Kepercayaan itu diperoleh melalui proposal yang diajukan komunitas pada 2025 dengan kegiatan pemanfaatan ruang publik.
Untuk kegiatan pemanfaatan ruang publik tersebut, Sanggar Sari Bunian mengangkat tema Bumi Minangkabau Festival. Rangkaian acaranya meliputi lomba foto budaya, lomba parade busana tradisional Minangkabau, lomba meracik samba lado, lomba melukis, dan lomba mewarnai untuk anak taman kanak-kanak.
Baca juga Setiap Minggu car free day di jalan kawasan Lapangan Cindua Mato Batusangkar
Selain lomba, Bumi Minangkabau Festival juga diisi penampilan sanggar seni dan bintang tamu. Poster resmi festival turut mencantumkan penampilan orkestra tradisional dan penampilan band.
Panitia menyediakan stan pameran dan bazar bagi pelaku industri kreatif Kabupaten Tanah Datar. Dalam poster festival, stan tersebut disebut sebagai pameran dan bazar pelaku ekonomi kreatif serta UMKM.
Baca juga Istano Basa Pagaruyuang jadi tuan rumah peringatan satu dekade Komunitas TeRuCI
Kegiatan ini didukung dan diapresiasi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar serta TP PKK. Poster festival juga memuat logo Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiaraya, dan LPDP.
Bumi Minangkabau Festival 2026 berlangsung mulai Kamis (17/09/2026) hingga Minggu (20/09/2026) di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar.
Baca juga Darman Moenir dan novel yang mengalahkan Budi Darma















