Nugget Ikan Rucah UTU Ramaikan Festival Nipah Aceh Barat

A A

Mahasiswa Universitas Teuku Umar dan warga Kuala Bubon memamerkan nugget ikan rucah di Festival Nipah [Foto: Universitas Teuku Umar]

  • Mahasiswa UTU dan warga Desa Kuala Bubon memamerkan nugget ikan rucah di Festival Nipah, 14-15 September 2026.
  • Kemasan 250 gram dijual Rp10.000 selama dua hari pameran di Lapangan Suak Timah, Aceh Barat.
  • Ikan rucah yang biasanya jadi limbah perikanan diolah menjadi produk pangan berprotein tinggi.

Cekricek.id — Ikan rucah yang biasanya berakhir sebagai limbah perikanan kini masuk ke etalase festival. Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) dan warga Desa Kuala Bubon memamerkan nugget ikan rucah di Festival Nipah, Aceh Barat.

Melansir keterangan tertulis Universitas Teuku Umar, Rabu (16/09/2026), pameran itu berlangsung di Lapangan Suak Timah pada 14–15 September 2026. Produk tersebut merupakan hasil pendampingan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UTU. Mereka tergabung dalam tim PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Selama dua hari pameran, kemasan 250 gram nugget ikan rucah dijual seharga Rp10.000 per bungkus. Harga promo itu disambut antusias pengunjung festival.

Nugget Ikan Rucah dari Limbah Perikanan

Ikan rucah adalah sebutan untuk ikan tangkapan sampingan yang ukurannya kecil. Nilai jualnya rendah. Sebagian besar berakhir sebagai pakan ternak atau dibuang begitu saja oleh nelayan.

Di Kuala Bubon, ikan itu dicacah, dibumbui, lalu dicetak menjadi nugget. Prosesnya dikerjakan warga bersama mahasiswa. Hasilnya adalah produk pangan berprotein tinggi yang bisa disimpan lebih lama ketimbang ikan segar.

Baca juga SNI Goes to Campus UNEJ, standar jadi jembatan produk lokal

Penanggung jawab kegiatan, Muhammad Al Faridho DM, menyebut pameran itu sebagai ajang memperkenalkan hasil pendampingan warga.

“Produk yang ditampilkan di acara expo di Lapangan Suak Timah ini merupakan salah satu program dari kegiatan PPK Ormawa HIMAK3 UTU dalam pendampingan masyarakat dalam pembuatan Nugget Ikan Rucah,” kata Faridho.

Dua Manfaat Sekaligus

Dosen pembimbing kegiatan, Dr. Wintah, M.Si., menilai program itu memberi manfaat ganda. Mahasiswa memperoleh ruang berlatih mengelola organisasi. Warga desa memperoleh keterampilan baru yang bisa dijadikan sumber penghasilan.

“PPK Ormawa merupakan kegiatan memberdayakan masyarakat desa sekaligus memperkuat kapasitas dan kualitas organisasi mahasiswa. Salah satu program dari kegiatan PPK Ormawa adalah pembuatan nugget ikan rucah bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis dari limbah atau ikan rucah yang kurang diminati menjadi produk pangan bergizi tinggi,” ujar Wintah.

Baca juga UMM dampingi Desa Tukum Lumajang jadi kampung zero waste

Peluang Ekonomi Rumah Tangga

Desa Kuala Bubon berada di pesisir Aceh Barat. Sebagian besar warganya bergantung pada hasil laut. Pengolahan tangkapan sampingan membuka peluang pendapatan tambahan tanpa menambah beban tangkap di laut.

Lewat pendampingan itu, mahasiswa UTU dan warga memanfaatkan potensi sumber daya laut setempat. Mereka juga membuka jalan bagi peningkatan ekonomi rumah tangga yang berkelanjutan.

Baca juga Kukerta Berdampak Khusus FH Unri sebar 266 mahasiswa ke Kampar

PPK Ormawa merupakan program yang mendanai organisasi kemahasiswaan untuk menjalankan pemberdayaan di desa. Setiap tim bekerja di satu desa binaan, lalu memamerkan hasilnya kepada publik.

Festival Nipah sendiri menjadi ajang pertemuan produk lokal Aceh Barat. Di sana, nugget ikan rucah bersanding dengan kerajinan dan olahan warga desa lain.

Bagikan

Baca Juga

Mahasiswa ITPLN Usung Urban Mining di Ajang MINERVA 2026
Orang Rimba Lari ke Hutan Saat Pandemi, Ubi Kayu Tetap Cukup
Pisang Balai Panjang dan BUMNag yang Berhenti Bergerak
Subsidi Pupuk Menaikkan Produksi Padi, Bukan Laba Petani
Mahasiswa UNAIR Olah Kulit Buah Naga Jadi Teh Celup Sehat
Mahasiswa UGM Rancang Jembatan Darurat Bertenaga Surya