Ibu Ini Larang Anaknya Nonton YouTube, Ternyata Dampaknya Banyak Sekali

Cekricek.id, Berita Viral – YouTube sudah menjadi aplikasi pilihan untuk anak-anak yang candu bermain gadget. Di sana, mereka bisa menyaksikan tontonan kartun kesukaan dengan bebas dan video-video lain yang menarik perhatiannya. Namun, berbeda dengan aksi seorang ibu yang sempat menceritakan kisahnya dalam media sosial.

Cerita ibu larang anak nonton YouTube. [Canva]

Cekricek.id, Kesehatan – YouTube sudah menjadi aplikasi pilihan untuk anak-anak yang candu bermain gadget. Di sana, mereka bisa menyaksikan tontonan kartun kesukaan dengan bebas dan video-video lain yang menarik perhatiannya. Namun, berbeda dengan aksi seorang ibu yang sempat menceritakan kisahnya dalam media sosial.

Ibu itu membagikan cerita tentang berbagai dampak yang dia alami saat melarang anaknya untuk menonton YouTube. Hal itu pun kemudian menuai banyak reaksi netizen yang ikut menceritakan pengalaman mereka sebagai seorang ibu.

Dalam video yang dibagikan oleh laman Instagram @mendidikanaksholeh, Sabtu (15/4/2023). Terlihat seorang ibu muda dengan jilbab pashmina hitam serta kacamata bingkai warna senada yang dipakainya.

“Ternyata nggak nonton YouTube itu efeknya kemana-mana buat anak,” ujar si ibu memulai cerita.

“Anak aku itu sering banget nonton YouTube dulu ya tapi untuk masalah komunikasi dia lancar, oke. Tapi ada satu yang menurutku tu aneh dan mengesalkan. Anak aku jadi susah fokus, yang kedua jadi suka tantrum, apa yang dia inginkan itu harus selalu diturutin.”

Si anak yang sering mengalami tantrum ini sering sekali marah, bahkan melempar barang-barang, ketika permintaannya tidak dituruti. Hal yang membuatsi ibu kesal karena anaknya benar-benar tak bisa diajak bicara baik-baik ketika kondisi tersebut menyerang.

“Karena sesuatu yang mengesalkan itu akhirnya aku bertekad untuk bikin kesepakatan sama suami aku sama ibu aku untuk stop tontonan YouTube,” sambungnya.

Dampak Positif Larang Anak Nonton YouTube

Cekricek.id, Kesehatan - Ibu Ini Larang Anaknya Nonton YouTube, Ternyata Dampaknya Banyak Sekali
Dampak yang dialami si ibu saat larang anak nonton YouTube. [Canva]

Si ibu di dalam video kemudian menceritakan perubahan perilaku anaknya sejak menerapkan larangan nonton YouTube. Beberapa hari pertama, saat dirinya menerapkan larangan pada anaknya, ibu itu mengaku cukup khawatir. Dia memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi pasa sang anak.

Namun yang terjadi adalah kebalikan dari hal-hal yang dia takutkan. Misalnya saja, si anak sekarang lebih mudah disuruh makan bahkan cukup lahap. Kemudian, ketika di ajak berkomunikasi, yang mulanya sulit, kini menjadi sangat lancar.

Dampak yang paling membahagiakan bagi di ibu adalah ketika anaknya menjadi lebih fokus belajar dan suka menceritakan kejadian yang dialaminya sehari-hari di sekolah.

Baca juga: Blackpink Bikin Rekor Lagi, MV ‘Shut Down’ Ditonton 400 Juta Orang di YouTube

Bukan hanya pada perilakunya, si anak juga semakin sehat dan berat badannya pun bertambah. Bocah itu juga jarang sakit semenjak dirinya tidak kecanduan menonton YouTube lagi.

Baca Juga

Wali Kota Padang Panjang menerima penghargaan kesehatan dari Kemendagri
Padang Panjang Raih Apresiasi Kemendagri, Terima Rp1,5 Miliar untuk Kesehatan
Ilustrasi stetoskop yang dipakai memeriksa detak jantung pasien.
Stetoskop AI Terbukti Sering Lewatkan Murmur Jantung pada Kucing dan Anjing
Wali Kota Pariaman Yota Balad menerima penghargaan Terbaik I Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Pariaman Raih Terbaik I Kesehatan, Dapat Bantuan Rp2 Miliar dari Kemendagri
Panel Tujuh Protein Darah Diklaim Lebih Akurat Deteksi Tahap Lanjut Alzheimer
Panel Tujuh Protein Darah Diklaim Lebih Akurat Deteksi Tahap Lanjut Alzheimer
Pemantauan Digital Mingguan Kurangi Kelelahan Pasien Kanker Payudara Metastatik, Uji Klinis 909 Pasien
Pemantauan Digital Mingguan Kurangi Kelelahan Pasien Kanker Payudara Metastatik, Uji Klinis 909 Pasien
Ilustrasi kapsul Orion dengan boneka uji radiasi Zohar dan Helga di misi Artemis I
Rompi Antiradiasi AstroRad Diuji di Misi Artemis I, Pangkas Paparan hingga 60 Persen