Ini Alasan Mengapa Autisme Kadang Sulit Didiagnosa Hingga Usia Sekolah

Cekricek.id, Kesehatan - Rupanya ada alasan dasar mengapa autisme sulit didiagnosa bahkan terkadang hingga usia sekolah.

Anak Autis [Canva]

Cekricek.id, Kesehatan - Rupanya ada alasan dasar mengapa autisme sulit didiagnosa bahkan terkadang hingga usia sekolah. Jika diartikan autisme sendiri merupakan sebuah gangguan perkembangan saraf kompleks. Dapat mempengaruhi jutaan orang yang ada di dunia. Hal tersebut sebagaimana mengutip dalam unggahan @healthydigest.com, pada Minggu (23/4/2023).

Dari sebuah laporan pusat pengendalian dan pencegahan penyakit CDCD 2023 ini. Menyebutkan bahwa satu dari 36 anak berusia 8 tahun di 2020 memiliki diagnosis gangguan spektrum autisme atau ASD.

Jika dibandingkan dengan penelitian dilakukan di tahun 2018, ini termasuk dalam sebuah peningkatan dengan cenderung negative. Walau secara umum anak dapat didiagnosis dengan spektrum gangguan autisme sejak usia 12 bulan.

Tetapi justru lebih banyak dari mereka yang tidak bisa didiagnosis hingga mencapai usia sekolah. Karena nyatanya autisme yang berfungsi tinggi bukanlah sebuah diagnosis resmi. Biasanya hanya didiagnosis dengan gangguan spektrum autisme level 1.

Serta masih bisa dianggap hidup normal lantaran tidak menghalangi kemampuan bekerja dan berbagai aktivitas lain. Umumnya terlihat canggung secara sosial sensitif secara emosional atau hanya terpaku pada rutinitas yang ketat.

Sementara untuk anak-anak SD diagnosis pertama kali biasanya berada pada kisaran usia 2 hingga 3 tahun. Berbeda untuk attention deficit hyperactivity disorder atau ADHD.

Autisme Sulit Didiagnosa

Cekricek.id, Kesehatan - Rupanya ada alasan dasar mengapa autisme sulit didiagnosa bahkan terkadang hingga usia sekolah.

Pada sejumlah penelitian membuktikan bahwasanya dokter terkadang enggan mendiagnosis anak dengan ASD. Karena mereka menyadari jika anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda.

Selain itu sejumlah pihak justru tidak menerima adanya diagnosis autisme dikarenakan mungkin kondisi psikologis. Contohnya saja pada sebuah studi yang dilakukan di tahun 2014 lalu. Tentang penyelidikan diagnosis autisme di usia lanjut pada orang-orang di kisaran usia 17 hingga 50 tahun.

Berkaitan dengan seseorang yang berupaya mencari bantuan layanan kesehatan mental untuk mengatasi permasalahan interpersonal. Kebanyakan dari mereka justru memiliki fasih secara tata bahasa dan keterampilan komunikasi verbal yang baik.

Baca Juga: Yuk Bandingkan Asuransi Kesehatan Orang Tua, Harga Bersahabat

Semuanya menerima semacam diagnosis psikiatris seperti depresi gangguan obsesif hingga kecemasan. Tetapi baru-baru ini setelah melakukan dan mencari perawatan yang tepat dari pusat yang didedikasikan untuk ASD. Akhirnya mereka dinyatakan sebagai diagnosis autism.

Hal ini juga terkait dengan penilaian autisme yang sangat rumit hingga memakan waktu. Terlebih lagi dokter tidak selalu dapat mengamati apa yang dilihat orang tua di rumah berkaitan dengan perilaku dalam situasi sosial seorang anak. Maka dari itu masih sering terjadinya salah diagnosis atau bahkan lambatnya mengetahui kondisi seseorang.

Baca Juga

Ilustrasi tabung sampel darah di laboratorium
Kadar Lp(a) di Atas 175 nmol/L Berkaitan dengan Risiko Stroke yang Lebih Tinggi
Ilustrasi segelas jus jeruk segar
Segelas Jus Buah Sehari Menyertai Skor Depresi Lebih Rendah pada Uji Empat Pekan
Ilustrasi perawat berjalan di koridor rumah sakit
Perang Iran Pukul Wisata Medis India, Pasien dari Teluk Anjlok hingga 60 Persen
Ilustrasi petani memegang kentang hasil panen
Penduduk Asli Andes Punya Sepuluh Salinan Gen Pencerna Pati, Diduga Warisan Ribuan Tahun Makan Kentang
Ilustrasi obat dalam kemasan blister dan kapsul
Pil GLP-1 Aleniglipron Pangkas Berat Badan 12,1 Persen dalam 36 Pekan
Guru mendampingi anak-anak belajar di ruang kelas
Psikolog UMM Ingatkan Guru Tak Buru-buru Melabeli Anak Berkebutuhan Khusus