Ini Pertentangan Isi Ceramah Mamah Dedeh dengan Oki Setiana Dewi Soal KDRT

A A

Mamah Dede dan Oki Setiana Dewi. [Foto.Ist]

Berita artis, selebriti, dan hot gosip artis terbaru hari ini: Pertentangan ceramah Mamah Dedeh dengan Oki Setiana Dewi sebabkan keberpihakan netizen.

Cekricek.id - Ceramah Oki Setiana Dewi tentang menutup menyembunyikan aib pasangan sempat viral beberapa waktu lalu.

Banyak netizen dan sejumlah wanita merasa geram karena hal ini.

Sejatinya menyembunyikan aib pasangan dan melakukan tindakan kekerasan merupakan suatu hal yang berbeda.

Netizen lantas membandingkan ceramah Oki Setiana Dewi dengan ceramah Mamah Dedeh yang sama-sama sempat membahas masalah KDRT.

Jika Oki Setiana Dewi seolah membenarkan KDRT, maka lain halnya dengan Mamah Dedeh.

Mama Dede sempat memberikan statement bahwa perempuan tidak boleh diam ketika mendapat KDRT dari pasangan.

Pertentangan isi ceramah yang disampaikan oleh Oki Setiana Dewi dan Mama Dedeh membuat banyak berpihak pada Mamah Dedeh.

 Mamah Dedeh menyimpulkan bahwa sebagai seorang manusia perempuan memiliki hak yang sama. Yaitu hak untuk hidup, mendapatkan kesehatan walafiat serta hidup tenang.

 Pendakwah yang kini menginjak usia 70 tahun itu dengan tegas menyebut bahwa KDRT tidak boleh didiamkan.

Dengan artian apabila seseorang mengalami KDRT dengan pasangan maka harus segera angkat bicara dan melaporkan kejadiannya.

Perbedaan Isi Ceramah Oki Setiana Dewi dengan Mamah Dedeh

Lampiran Gambar

Jangan sampai malah mendiamkan hal ini karena dapat menyebabkan korban merasakan penderitaan batin.

"Ya Allah, derita batin seumur-umur," ujar Mama Dedeh,  mengutip dari Suara, Jumat (4/2/2022).

Ibarat kata bila seorang wanita mendiamkan saat terkena KDRT maka sama saja dengan menghancurkan diri sendiri.

Dalam ajaran Islam sekalipun hal ini dinilai salah dan bertentangan.

Apalagi agama Islam justru mengajarkan kepada setiap orang agar dapat menjaga dirinya sendiri.

Bukan malah membiarkan orang lain ataupun pasangan sendiri melakukan tindak kekerasan terhadap kita demi merusak fisik sendiri.

Kalau kita tahu digebuk itu sakit kita diam saja artinya menghancurkan diri kita itu salah dalam Islam karena Dalam Islam kita wajib menjaga diri sendiri,".

Tentunya kisah yang disampaikan oleh Oki Setiana Dewi sebelumnya tidak bisa menjadi acuan ataupun untuk diikuti oleh perempuan.

Sesuai dengan yang disampaikan oleh Mamah Dedeh justru apabila seorang istri dipukul oleh suaminya maka harus segera melaporkan kejadian itu.

Baca juga: Tak Bisa Bedakan Aib dan KDRT, Ceramah Oki Setiana Dewi Tuai Pro-Kontra

Bagikan

Baca Juga

Ilustrasi meriam besi tua berkarat di atas landasan batu dengan lubang sundut terlihat jelas, berlatar meriam perunggu berpatina hijau di atas kereta kayu jati di beranda gedung museum bergaya kolonial
Sembilan Belas Logo Kamar Dagang VOC di Meriam Kuno
Ilustrasi tanduk kerbau tua berwarna cokelat gelap yang permukaannya penuh goresan halus sejajar, terbaring di atas kain tenun lipat pada lantai papan rumah kayu, dengan jendela terbuka ke arah lembah hijau
Tanduk Kerbau Kerinci dan Dipati yang Diupah
Kotak galian arkeologi di lantai gua kapur dengan lukisan dinding berpigmen hitam di atasnya.
Rangka Perempuan di Bawah Gambar Cadas Gua Batu Baras
Ilustrasi lempeng logam pipih bergores dan gulungan pita timah tergeletak di batu tepi sungai bersama daun sirih, pinang belah, dan wadah sesaji anyaman daun, berlatar reruntuhan bata berlumut
Mantra Penolak Bala di Dua Lempeng Timah Jambi
Seorang perempuan menikmati waktu sendiri di balkon sambil memandang kota.
Makna Me-Time Bergeser pada Pasangan Beda Pulau
Ilustrasi dinding ceruk batu gamping berlapis kerak dengan gambar cadas berpigmen merah pudar bermotif figur manusia berkepala berjumbai, ikan, penyu, dan perahu, dengan lanskap karst serta tambak terlihat di kejauhan
Perahu dan Pemanah di Gambar Cadas Leang Ulu Tedong