Instagram Uji Video 90 Menit, Siap Tantang Dominasi YouTube

A A

Kepala Instagram Adam Mosseri berbicara di atas panggung. [Foto: Anthony Quintano/Wikimedia Commons, CC BY 2.0]

  • Instagram menguji fitur Features untuk video berdurasi hingga 90 menit.
  • Uji coba berjalan di Brasil dan akan diperluas secara terbatas ke Amerika Serikat.
  • Adam Mosseri mengaku lama menentang video panjang di Instagram.
  • Langkah ini dinilai sebagai upaya menyaingi YouTube dalam menarik kreator.

Cekricek.id — Instagram mulai menguji jenis unggahan video baru bernama Features yang memungkinkan kreator membagikan video berdurasi hingga 90 menit. Langkah ini menandai perubahan strategi besar bagi platform milik Meta itu setelah bertahun-tahun berfokus pada video pendek.

Melansir laporan TechCrunch, Senin (26/10/2026), fitur Features dan Clips as Reels saat ini diuji di Brasil dan akan diperluas ke Amerika Serikat dalam uji coba terbatas. Clips as Reels memungkinkan kreator memotong video panjang menjadi Reels yang menautkan penonton ke video lengkapnya.

Kepala Instagram, Adam Mosseri, mengakui dirinya lama menolak video panjang di platform tersebut. “Sejak lama, saya menentang video berdurasi panjang di Instagram,” kata Mosseri dalam video pengumuman.

Menurut Mosseri, timnya kini berupaya membuat video pendek dan panjang saling mendukung. “Kami akan mencoba mendukung berbagai jenis format ini, baik di aplikasi seluler maupun di aplikasi TV, yang menurut saya butuh waktu untuk disempurnakan. Namun, saya sangat bersemangat dan kami sangat berkomitmen untuk jangka panjang,” ujarnya.

Baca juga Rekan Jay Idzes, Cristian Volpato Lisensikan Kembaran AI Dirinya

Merebut Kreator dari YouTube

Selama ini YouTube dikenal sebagai platform paling menguntungkan bagi kreator. Kreator yang tergabung dalam YouTube Partner Program mendapat 55 persen pendapatan iklan dari video mereka. YouTube menyebut telah membayar lebih dari 100 miliar dolar AS kepada kreator, artis, dan perusahaan media dalam empat tahun.

Sebaliknya, kreator di Instagram selama ini lebih banyak memperoleh penghasilan dari kerja sama merek. Mosseri mengakui program pembayaran berbasis performa Instagram masih kecil. “Kami menghabiskan uang jauh lebih banyak daripada yang kami dapatkan kembali, jadi tidak masuk akal untuk memperbesarnya karena kami hanya membakar modal,” katanya dalam acara Colin and Samir Show.

Juru bicara Meta menyatakan masih terlalu dini untuk membagikan model monetisasi jangka panjang. Meta tengah menjajaki cara agar kreator bisa memperoleh penghasilan dari merek, penggemar, dan Instagram, termasuk insentif berbasis performa.

Baca juga Microsoft Tawarkan Pesangon Sukarela kepada 60.000 Karyawan

Reels Tetap Jadi Andalan

Wakil Presiden Produk Instagram, Tessa Lyons, yang lama mendorong perubahan ini, menegaskan Reels tetap menjadi bagian inti platform. “Ketika Anda ingin lebih dalam mengenal kreator yang Anda sukai dan konten yang mereka buat, Anda seharusnya bisa melakukannya di Instagram,” kata Lyons.

Instagram sebelumnya pernah mendorong video panjang lewat IGTV yang kini sudah dihentikan. Platform itu juga tengah menyiapkan fitur penemuan siaran langsung yang lebih baik serta pusat Reels berseri di profil kreator.

Baca juga Grok Rilis Tujuh Menit Awal The Odyssey Versi AI Janji Elon Musk

Bagikan

Baca Juga

Foto Makanan Sehat yang Menggoda Lebih Diminati Remaja India
Unggahan Vaksin Flu di Weibo Tiongkok Mayoritas Bernada Positif
Facebook Batasi Unggah Tautan, Pemilik Halaman Diminta Bayar
Yunani Larang Anak di Bawah 15 Tahun Pakai Media Sosial
Hoaks Kesehatan di Media Sosial Lebih Sering Dijumpai Anak Muda
Meta Hapus Klausul Ambil Konten Situs Bisnis untuk Latih AI