ITSRC Unram Paparkan Riset Rumput Laut ke Putri Mahkota Swedia

A A

Pemaparan riset rumput laut ITSRC Universitas Mataram di Gili Meno, Lombok Utara. [Foto: Universitas Mataram]

Cekricek.id — International Tropical Seaweed Research Center Universitas Mataram memaparkan inovasi rumput laut tropis kepada Putri Mahkota Victoria dari Swedia di Gili Meno.

Pemaparan berlangsung pada 6 September 2026, menurut keterangan resmi Universitas Mataram, Rabu (09/09/2026).

Gili Meno berada di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan itu melibatkan United Nations Development Programme Indonesia, Bappenas, dan Pemerintah Swedia.

Pusat riset itu telah mendokumentasikan 3.000 spesimen rumput laut.

“Kami berharap momentum ini memperkuat kolaborasi dalam pengembangan rumput laut berkelanjutan,” kata Direktur ITSRC Eka Sunarwidhi Prasedya.

Baca juga riset kelautan lain yang dikerjakan kampus

“Ke depan, ITSRC akan terus memperluas konservasi dan restorasi biodiversitas, teknologi budidaya, hilirisasi riset, serta transfer teknologi kepada masyarakat pesisir,” lanjutnya.

“Kami ingin inovasi ini menciptakan nilai tambah, peluang usaha, dan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai pusat riset dan inovasi rumput laut tropis,” katanya.

Baca juga hilirisasi riset kampus bersama masyarakat

Riset itu disebut mendukung sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Tujuan yang disebut mencakup nomor dua, delapan, sembilan, dua belas, tiga belas, empat belas, dan tujuh belas.

Baca juga pemanfaatan hasil pertanian yang diajarkan kampus lain

ITSRC merupakan pusat riset rumput laut tropis yang berada di Universitas Mataram.

Bagikan

Baca Juga

Tradisi Adat Suku Sasak, Atap Bale yang Membuat Tamu Menunduk
Desa Pulau Maringkik, Delapan Tahun dari Tertinggal ke Berkembang
Kemiskinan Nusa Tenggara Barat Turun Seiring Upah Minimum
Rumput Laut RI Bebas Tarif Tambahan Section 301 di AS
Pemerintah Fokus Mengembangkan Hilirisasi Rumput Laut untuk Tingkatkan Industri Perikanan
Karhutla Meluas, Dekan Biologi UGM: Jangan Cuma Respons Darurat