Cekricek.id — Tim pengabdian ITB bersama Komunitas Masagi Cibogo mengolah limbah botol polyethylene terephthalate menjadi filamen cetak tiga dimensi di Kota Bandung.
Kegiatan itu dilaporkan laman resmi ITB, Selasa (08/09/2026).
Program dipimpin dosen Kelompok Keahlian Manusia dan Ruang Interior ITB, Yogie Candra Bhumi.
Ia bekerja bersama Kukuh Rizki Satriaji, Arnold Maximillian, dan 16 mahasiswa program sarjana hingga doktor.
“Karakteristik itu harusnya ada di barang-barang yang justru value-nya tinggi,” katanya.
“Jadi PET jenis plastik menurut saya pantas punya umur yang jauh lebih panjang daripada sekadar botol air mineral,” ujarnya.
Baca juga bahan pengganti plastik yang dikembangkan mahasiswa
Komunitas Masagi Cibogo berada di Jalan Terusan Cibogo Atas, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung.
Komunitas itu mulai mengelola sampah pada 2021 dan berkolaborasi dengan Rakarsa Foundation sejak 2022.
Kegiatan lapangan berlangsung pada 22 Agustus 2026.
Baca juga persoalan lingkungan lain yang disorot pakar ITB
Proyek filamen itu dikerjakan secara intensif selama empat bulan.
Pendiri sekaligus Ketua Komunitas Masagi Cibogo, Dian Nurdyana, menekankan pentingnya kerja bersama.
“Semua persoalan tidak bisa diselesaikan sendiri, tidak ada superman di dunia ini, yang ada super team kita bangun ekosistem itu,” katanya.
Baca juga pendampingan kampus untuk kelompok masyarakat
Program itu melibatkan warga dari beberapa generasi di sekitar komunitas.














