Jaringan Listrik Jadi Hambatan Angin Lepas Pantai Afrika Selatan

A A

Ilustrasi menara transmisi listrik tegangan tinggi di Palembang, Sumatera Selatan. [Foto: Pexels]

  • Kapasitas jaringan listrik sudah membatasi alokasi kapasitas dalam lelang energi terbarukan Afrika Selatan.
  • Pelabuhan Saldanha Bay dinilai cocok untuk fabrikasi turbin berfondasi tetap dengan tambahan derek.
  • RUPTL PLN 2025–2034 menargetkan jaringan transmisi hampir 48.000 kilometer sirkuit.

Cekricek.id — Kapasitas jaringan listrik menjadi salah satu hambatan pengembangan angin lepas pantai di Afrika Selatan. Kendala itu sudah membatasi kapasitas yang dialokasikan dalam putaran lelang energi terbarukan sebelumnya.

Dalam laporan A Strategic Framework for Offshore Wind Development in South Africa yang diterbitkan Bank Dunia pada September 2026, permintaan listrik Afrika Selatan disebut terpusat di wilayah timur laut. Wilayah itu meliputi Gauteng, North-West, dan Mpumalanga. Sebagian besar PLTU batu bara juga berada di sana.

Pembangkit baru justru diperkirakan tumbuh di barat daya, yaitu Northern Cape, Western Cape, dan Eastern Cape. Di wilayah itulah sumber daya surya dan angin terbaik berada. Namun, kapasitas jaringan listrik di sana secara historis lebih rendah.

Program lelang pembangkit swasta Afrika Selatan, REIPPPP, sudah terdampak kendala itu. Kapasitas yang dialokasikan pada putaran lelang sebelumnya terpaksa dibatasi. Laporan itu menyebut kemampuan jaringan menyalurkan listrik sangat penting bagi kepercayaan investor dan kelayakan pembiayaan proyek.

Baca juga Indonesia-Jerman perkuat investasi EBT dan jaringan listrik

Jaringan Listrik dan Pelabuhan Perlu Ditingkatkan

Bank Dunia merekomendasikan National Transmission Company of South Africa (NTCSA) melakukan studi jaringan rinci untuk lokasi angin lepas pantai. Hasilnya perlu dimasukkan dalam rencana pengembangan transmisi berikutnya. Pemakaian listrik untuk produksi hidrogen hijau juga disebut bisa mengurangi beban jaringan.

Di sisi pelabuhan, tujuh pelabuhan Afrika Selatan dinilai sudah cocok untuk operasi dan pemeliharaan. Namun, peningkatan diperlukan agar pelabuhan bisa dipakai untuk fabrikasi turbin terapung. Kapasitas derek juga harus ditambah di semua pelabuhan.

Pelabuhan Saldanha Bay dinilai cocok untuk fabrikasi turbin berfondasi tetap, cukup dengan tambahan derek. Peningkatan pelabuhan itu disebut langkah tanpa penyesalan dalam semua skenario. Untuk skenario menengah dan tinggi, dibutuhkan dua hingga tiga pelabuhan yang masing-masing mendukung 1 GW per tahun. Caranya antara lain memperluas dermaga, mengeruk, dan menambah derek di Pelabuhan Richards Bay atau Durban.

Satu Kahkonen, Direktur Divisi Bank Dunia untuk Afrika Selatan, menekankan perlunya langkah terencana dalam kata pengantar. “Mewujudkan potensi ini membutuhkan tindakan yang disengaja di empat pilar penting: strategi, kebijakan, kerangka kerja, dan pelaksanaan,” tulis Kahkonen.

Baca juga Permintaan batu bara dunia 2026 rekor 8,94 miliar ton

RUPTL Targetkan Transmisi Hampir 48.000 Kilometer Sirkuit

Di Indonesia, RUPTL PLN 2025–2034 menargetkan jaringan transmisi sepanjang hampir 48.000 kilometer sirkuit, sebagaimana diumumkan Kementerian ESDM, Senin (26/05/2025). Gardu induk yang dibangun berkapasitas total 108.000 MVA. Infrastruktur itu tersebar dari Sumatera hingga Papua.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut jaringan menjadi kunci pembangkit energi terbarukan. “Semua desain ini, kalau jaringannya sudah mampu kita lakukan, tidak ada lagi masalah terhadap pembangkit yang kita akan bangun untuk energi baru terbarukan itu. Karena selama ini kalau kita bangun, tidak ada jaringannya, kasihan PLN bayar take or pay-nya 80% itu. Kita harus dukung penuh dengan memasang jaringan,” jelas Bahlil.

Baca juga PLTP Muara Laboh Unit-2 resmi dibangun, investasi energi bersih Rp8,2 triliun

Bagikan

Baca Juga

Lapangan Kerja Angin Lepas Pantai Setara 300.000 Tahun Kerja
Potensi Angin Lepas Pantai Afrika Selatan Capai 95 GW
Emisi Listrik Afrika Selatan Bisa Turun 530 Juta Ton hingga 2050
Biaya Hidrogen Hijau Afrika Selatan Masih di Atas Target Global
Afrika Selatan Belum Tetapkan Zona Angin Lepas Pantai
Kandungan Lokal Angin Lepas Pantai, Bank Dunia Ingatkan Biaya