Lapangan Kerja Angin Lepas Pantai Setara 300.000 Tahun Kerja

A A

Ilustrasi dua teknisi berhelm biru merawat menara turbin angin lepas pantai. [Foto: Pexels]

  • Skenario tinggi angin lepas pantai Afrika Selatan membutuhkan lebih dari 300.000 tahun kerja penuh waktu hingga 2050.
  • Sumbangan upah dari skenario itu diperkirakan mencapai 6,7 miliar dolar AS.
  • RUPTL PLN 2025–2034 diperkirakan menciptakan lebih dari 1,7 juta lapangan kerja baru.

Cekricek.id — Lapangan kerja angin lepas pantai di Afrika Selatan bisa mencapai lebih dari 300.000 tahun kerja penuh waktu hingga 2050. Sumbangan upahnya diperkirakan 6,7 miliar dolar AS.

Mengutip laporan A Strategic Framework for Offshore Wind Development in South Africa yang diterbitkan Bank Dunia pada September 2026, angka itu berasal dari skenario pertumbuhan tinggi dengan kapasitas 40 GW. Satu tahun kerja penuh waktu setara satu orang yang bekerja penuh selama setahun. Dalam praktiknya, sebagian orang bekerja kurang dari setahun, sedangkan yang lain bekerja bertahun-tahun.

Skenario menengah dengan kapasitas 15 GW membutuhkan lebih dari 100.000 tahun kerja penuh waktu. Sumbangan upahnya 2,4 miliar dolar AS. Kedua skenario itu menghasilkan lebih dari dua kali jumlah pekerjaan per megawatt dibanding skenario rendah.

Pada 2050, skenario tinggi diperkirakan menghasilkan hampir 18 kali lebih banyak pekerjaan lokal dibanding skenario rendah. Sumbangan upah per tahun pada 2030–2050 juga naik delapan kali lipat. Laporan itu menyebut angka tersebut kemungkinan masih terlalu rendah, karena belum menghitung pekerjaan tidak langsung yang bisa menambah jumlah pekerjaan hingga 100 persen.

Baca juga Indonesia-Jerman perkuat investasi EBT dan jaringan listrik

Lapangan Kerja Angin Lepas Pantai Butuh Pelatihan Lokal

Pada tahap awal, rantai pasok lokal diperkirakan belum mampu mengisi semua peran. Pekerjaan lokal di pasar baru umumnya berkaitan dengan operasi dan pemasangan di pelabuhan. Banyak pekerjaan pemasangan serta operasi dan pemeliharaan berbasis giliran, dengan pekerja tinggal di lepas pantai selama giliran kerjanya.

Untuk mengisi lapangan kerja angin lepas pantai, Bank Dunia merekomendasikan pemerintah Afrika Selatan berinvestasi dalam keterampilan dan pelatihan hingga 2035. Fokusnya pada pengembangan proyek, perizinan, serta operasi dan pemeliharaan. Pelatihan teknisi disebut jauh lebih murah dibanding belanja modal besar untuk fasilitas manufaktur. Pekerja juga perlu dilatih bekerja di ketinggian, bertahan hidup di laut, dan pertolongan pertama.

Satu Kahkonen, Direktur Divisi Bank Dunia untuk Afrika Selatan, menyinggung dampak itu dalam kata pengantar. “Laporan ini mengungkap bahwa pengembangan angin lepas pantai skala besar dapat mendukung lebih dari 300.000 tahun kerja setara penuh waktu dan menyumbang 6,7 miliar dolar AS upah pekerja bagi perekonomian Afrika Selatan pada 2050,” tulis Kahkonen.

Baca juga PLTP Muara Laboh Unit-2 resmi dibangun, investasi energi bersih Rp8,2 triliun

RUPTL PLN Diperkirakan Ciptakan 1,7 Juta Lapangan Kerja

Di Indonesia, pelaksanaan RUPTL PLN 2025–2034 diperkirakan menciptakan lebih dari 1,7 juta lapangan kerja baru, seperti tertuang dalam pengumuman Kementerian ESDM, Senin (26/05/2025). Peluang itu tersebar dari tahap perencanaan, konstruksi, hingga operasional, termasuk sektor manufaktur pendukung. Energi baru terbarukan menjadi kontributor utama serapan tenaga kerja tersebut.

Data Kementerian ESDM yang dirilis Jumat (09/01/2026) mencatat 871.574 tenaga kerja terserap sepanjang 2025 di subsektor migas, mineral dan batu bara, ketenagalistrikan, serta energi baru terbarukan. Adapun kapasitas pembangkit angin di Indonesia hingga Desember 2025 baru 152 MW.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut penyediaan listrik juga menyangkut pemerataan. “Bagi saya energi bukan hanya persoalan kebutuhan, tapi juga bentuk pemerataan dan keadilan yang harus kita lakukan dari Aceh sampai Papua,” ujar Bahlil saat mengumumkan RUPTL tersebut.

Baca juga KLH kawal registrasi karbon dan RUU Perubahan Iklim

Bagikan

Baca Juga

Potensi Angin Lepas Pantai Afrika Selatan Capai 95 GW
Emisi Listrik Afrika Selatan Bisa Turun 530 Juta Ton hingga 2050
Biaya Hidrogen Hijau Afrika Selatan Masih di Atas Target Global
Afrika Selatan Belum Tetapkan Zona Angin Lepas Pantai
Kandungan Lokal Angin Lepas Pantai, Bank Dunia Ingatkan Biaya
Desa Pulau Maringkik, Delapan Tahun dari Tertinggal ke Berkembang