Meloni Janji Larang Burqa di Sekolah Italia dan Batasi Siswa Asing

A A

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni di festival pemuda Roma [Foto: Al Jazeera]

  • Meloni janji larang burqa dan niqab di sekolah serta batasi siswa asing per kelas.
  • PM Italia sebut demi integrasi dan kesetaraan gender di sekolah.
  • Rancangan perlu persetujuan parlemen dalam 60 hari, siswa asing kini 11,6 persen.

Cekricek.id — Meloni janji larang burqa di sekolah Italia dan batasi siswa asing per kelas, dengan menyebut langkah demi integrasi dan kesetaraan gender.

Mengutip laporan Al Jazeera, Minggu (21/09/2026), Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengatakan pemerintah akan segera mengajukan rancangan yang melarang burqa dan niqab di sekolah serta membatasi jumlah siswa asing per kelas.

Meloni menyampaikan hal itu di festival pemuda Brothers of Italy di Roma. “Bagi kami, siapa pun yang datang ke Italia dan ingin membangun masa depannya di sini harus belajar bahasa kami, memahami budaya kami, dan menghormati aturan kami,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari laporan Al Jazeera, Minggu (21/09/2026).

Ia menambahkan, “Ini satu-satunya cara serius untuk menyambut mereka,” katanya, sambil menekankan, “Karena Anda pergi ke sekolah dengan wajah terbuka dan karena di Italia, tidak ada seorang pun, atas nama tradisi nyata atau yang dianggap, dapat memutuskan bahwa seorang perempuan muda harus menyembunyikan dirinya. Kesetaraan gender tidak dapat dinegosiasikan.”

Rancangan akan diajukan ke Dewan Menteri dan perlu persetujuan parlemen dalam 60 hari untuk menjadi undang-undang. Saat ini siswa asing mencakup sekitar 11,6 persen dari total populasi sekolah Italia, sekitar 930.000 siswa.

Batas Siswa Asing dan Kewajiban Bahasa

Meloni mengatakan langkah juga mewajibkan orang tua siswa asing yang mengalami kesulitan integrasi serius untuk belajar bahasa Italia. Batas 30 persen siswa asing per kelas secara hukum sudah ada, namun Meloni belum merinci perubahannya.

Langkah ini muncul menjelang pemilihan umum tahun depan, di tengah tantangan imigrasi karena lokasi Italia di Mediterania tengah yang paling terpapar kedatangan migran.

Baca juga Rusia dan China veto panel pengawas sanksi Iran di PBB

Bagikan

Baca Juga

Presiden Korsel Sebut Dialog AS-Korut Mungkin, Tolak Kirim Pasukan Hormuz
Afghanistan Sebut Tiga Tewas Akibat Serangan Udara Pakistan di Kunar
Militer Iran Sebut AS Siap Lanjutkan Serangan dan Ancam Balasan
Tiga Perwira Korea Selatan Terluka Ledakan di Zona Demiliterisasi DMZ
Dementia Game di Singapura: yang Berubah Justru yang Belum Kenal
Harapan Hidup Subjektif Lansia Thailand Naik Seiring Usia