- Apple punya daftar abu-abu berisi lebih dari 100.000 kata dan frasa
- Kata dalam daftar itu tidak dilengkapi teks prediktif iPhone
- Daftar memuat frasa bermuatan politik seperti Dictator Trump dan Kashmir dispute
- Penemunya menyebut daftar itu bentuk sensor ringan
Cekricek.id — Apple ternyata memiliki “daftar abu-abu” berisi lebih dari 100.000 kata dan frasa yang sengaja tidak dilengkapi oleh fitur teks prediktif di iPhone. Pengguna yang ingin mengetik kata-kata tersebut harus mengejanya satu per satu.
Melansir laporan The Guardian, Jumat (6/11/2026), daftar itu ditemukan oleh peneliti independen Derik Kauffman, yang juga dikenal lewat proyek memakai AI untuk menemukan kesalahan dalam makalah ilmiah. Kauffman menemukannya setelah menyadari iPhone-nya kesulitan mengetik frasa tertentu, lalu berhasil menggali tabel berisi daftar tersebut yang tertanam di sistem operasi Apple.
Kata-kata dalam daftar itu juga kerap tersandung saat diketik dengan cara menggeser jari di papan ketik atau swipe-type. Misalnya, “United Ireland” berubah menjadi “United Iceland”, sementara “Tibetan independence” menjadi “Tibetan independences”.
Baca juga Apple Akui Masalah Layar iPhone Duo, Unit Rusak Diganti Baru
Dari Narkoba hingga Isu Politik
Sebagian isi daftar itu tidak mengejutkan. iPhone tidak akan melengkapi rujukan soal narkoba dan aktivitas seksual. Bahkan, frasa “iMessage isn’t working” atau “iMessage tidak berfungsi” juga masuk daftar.
Namun, daftar itu juga memuat frasa yang bermuatan politik, seperti “Dictator Trump”, “NSA spies”, “Trayvon Martin”, “Kashmir dispute”, “Muslim extremist”, hingga “male chauvinist pig”. Dalam bahasa Ibrani, Apple tidak melengkapi frasa “wilayah pendudukan”, sedangkan dalam bahasa Arab frasa “gerakan Hamas” juga tidak dilengkapi.
Kepada Reuters, Kauffman menyebut daftar tersebut sebagai “bentuk sensor ringan”.
Baca juga iPhone Anggota Parlemen Jerman Diduga Disusupi Spyware
Tanggapan Apple
Apple menyatakan papan ketiknya dirancang untuk menghindari saran prediktif yang tidak pantas atau menyinggung. Perusahaan itu menegaskan pengguna iPhone tetap bisa mengetik kata atau frasa tertentu secara manual dan mengabaikan saran teks prediktif untuk menyampaikan maksud mereka.
Tahun lalu, Apple meluncurkan sistem koreksi otomatis baru berbasis transformer yang lebih mirip model bahasa besar. Apple juga pernah dengan cepat memperbaiki gangguan pada fitur dikte yang sempat menampilkan nama “Trump” ketika pengguna mengucapkan kata “racist”.
Baca juga CEO Baru Apple John Ternus: Kami Tak Mau Rilis AI demi AI















