- Anggota Bundestag menerima peringatan Apple soal kemungkinan serangan spyware
- Pemerintah Jerman menyatakan menanggapi insiden ini dengan sangat serius
- BSI meminta penerima notifikasi menganggap perangkatnya mungkin sudah disusupi
- Notifikasi ancaman terbaru Apple dikirim ke pengguna di 99 negara
Cekricek.id — Pemerintah Jerman memperingatkan para politikus dan tokoh publik bahwa mereka menjadi sasaran spyware yang didukung pemerintah. Peringatan itu muncul beberapa hari setelah Apple mengirim notifikasi kepada korban bahwa iPhone mereka mungkin telah diretas.
Melansir laporan TechCrunch, Senin (2/11/2026), kantor keamanan siber federal Jerman, BSI, menyatakan dalam catatan pada akhir pekan bahwa anggota Bundestag, parlemen Jerman, serta sejumlah tokoh terkemuka lain yang tidak disebutkan namanya menerima peringatan dari Apple bahwa mereka mungkin menjadi sasaran serangan siber.
Mengutip Financial Times, juru bicara pemerintah Jerman Stefan Kornelius mengatakan pemerintah di Berlin “menanggapi insiden dan peringatan itu dengan sangat serius.” Namun, ia tidak menyebut siapa saja di pemerintahan federal yang menjadi sasaran, termasuk apakah Kanselir Friedrich Merz ada di antaranya.
Baca juga Peretas Bocorkan Data 40.000 Pegawai Keamanan Dalam Negeri AS
Peretasan Tanpa Klik
Apple secara berkala mengirim notifikasi ancaman kepada orang yang diduga menjadi sasaran spyware, perangkat lunak mata-mata yang dapat mencuri pesan, data lokasi, dan informasi sensitif lain dari ponsel. Spyware semacam ini kerap memanfaatkan celah zero-click, yang bisa meretas korban nyaris tanpa jejak karena tidak memerlukan korban mengeklik tautan atau membuka berkas.
Apple tidak menyebut pemerintah mana yang berada di balik serangan dan tidak memastikan apakah sebuah ponsel benar-benar sudah dibobol. Karena itu, BSI menyatakan siapa pun yang menerima notifikasi ancaman dari Apple “harus menganggap perangkatnya mungkin telah disusupi.”
Dikirim ke 99 Negara
Notifikasi terbaru Apple juga diterima orang di luar Jerman. Radwan Mortada, pembuat film yang berbasis di Beirut, menulis di X bahwa ia menerima notifikasi baru yang menyebut Apple mendeteksi “serangan lain terhadap perangkat Anda,” setelah serangan spyware sebelumnya menyasarnya pada 2021. Menurut notifikasi yang diterima Mortada, gelombang notifikasi terbaru Apple dikirim ke pengguna di 99 negara.
Baca juga Pakar Siber Sarankan Jangan Isi Tanggal Lahir Asli di Toko Daring
Belum jelas siapa di balik gelombang serangan terbaru ini. Pemerintah jarang membuat sendiri alat semacam itu dan banyak yang membelinya dari vendor swasta, yang kerap disebut pembuat spyware bayaran. Yang paling terkenal adalah NSO Group asal Israel, penjual spyware Pegasus. Badan kepolisian federal Jerman, BKA, dilaporkan pernah membeli akses ke Pegasus pada 2019.
Baca juga Apple Akui Masalah Layar iPhone Duo, Unit Rusak Diganti Baru















