- Sadiq Khan meminta ada batas jumlah robotaxi di jalanan London
- Robotaxi Baidu Apollo Go asal Tiongkok sedang diuji di London
- Khan khawatir dampak robotaxi pada kemacetan, kualitas udara, dan nasib sopir
- Freenow by Lyft menargetkan robotaxi tanpa sopir beroperasi paling cepat tahun depan
Cekricek.id — Wali Kota London Sadiq Khan meminta jumlah robotaxi di jalanan London dibatasi. Seruan itu muncul saat pemerintah Inggris bersiap mengizinkan kendaraan tanpa sopir sepenuhnya beroperasi di ibu kota.
Melansir laporan The Guardian, Minggu (1/11/2026), Khan menilai para politikus gagal “memahami laju perubahan” teknologi ini, yang bisa mengancam lapangan kerja dan menambah kemacetan. Ia juga mempertanyakan apakah aturan mobil otonom sudah layak.
“Yang tidak kami inginkan adalah situasi ledakan besar tanpa regulasi yang memadai. Kami harus memastikan regulasinya layak sebelum ada peluncuran massal hal seperti kendaraan otonom,” kata Khan.
Baca juga Waymo Masuk Kanada, Robotaxi Toronto Ditargetkan Beroperasi 2028
Robotaxi Tiongkok Diuji di London
Pernyataan Khan muncul setelah robotaxi asal Tiongkok yang kini diuji di London diperkenalkan oleh Freenow by Lyft, pesaing Uber. Sejak September, Uber menawarkan layanan penumpang terbatas dengan mobil swakemudi Wayve, meski masih dengan sopir cadangan di kursi depan, di bawah izin Transport for London (TfL).
Freenow by Lyft berharap bisa meluncurkan robotaxi Baidu tanpa sopir sepenuhnya paling cepat tahun depan lewat skema perizinan nasional. Sekitar 24 kendaraan Baidu Apollo Go sedang diuji di wilayah Brent, London. Mobil yang dilengkapi kursi pijat dan layar sentuh di kabin belakang itu sudah beroperasi penuh tanpa sopir di sejumlah kota di Tiongkok dan Uni Emirat Arab. Waymo, yang mengoperasikan robotaxi di San Francisco, juga membidik London.
“Ada pertanyaan besar yang belum terjawab: apa dampaknya terhadap kualitas udara, kemacetan, dan orang-orang yang mencari nafkah sebagai sopir kendaraan sewaan atau taksi hitam,” kata Khan. “London bukan San Francisco. Kami kota dengan hampir 10 juta penduduk, 400 kampung, dan jalan-jalan sempit, jadi sangat penting untuk melakukannya dengan benar.”
Wewenang TfL Terbatas
Di bawah aturan saat ini, TfL hanya bisa memberi atau menolak persetujuan penggunaan kendaraan otonom di London, tanpa wewenang mengelola atau memberi izin layanan robotaxi. Khan menyebut pihaknya melobi pemerintah agar TfL diberi wewenang lebih besar. Serikat pengemudi juga sudah berunjuk rasa di kantor pusat Wayve dan Waymo di London dalam beberapa pekan terakhir.
Baca juga Binance Dibobol Peretas Korea Utara, Kripto 6,3 Miliar Dolar Raib
Manajer umum Freenow by Lyft untuk Inggris dan Irlandia Danny O’Gorman mengatakan perusahaannya bekerja erat dengan TfL. Ia mengakui banyak uji jalan masih membutuhkan campur tangan manusia, terutama di lokasi perbaikan jalan, dan tantangan unik London adalah mematuhi aturan lalu lintas ketika banyak pengemudi lain mengabaikannya. “Anda sering diklakson karena mematuhi batas kecepatan,” kata O’Gorman.
Menurut O’Gorman, kendaraan otonom tidak akan cepat mengancam taksi hitam. “Butuh waktu lama bagi kami untuk menambah jumlah kendaraan hingga mengancam apa pun di sektor itu,” ujarnya.
Baca juga Peretas Bocorkan Data 40.000 Pegawai Keamanan Dalam Negeri AS















