Pembangunan Lima Tahun (Pelita)

A A

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Pembangunan Lima Tahun (Pelita)?

Pembangunan Lima Tahun (Pelita) adalahprogram pembangunan berkala selama lima tahun yang diterapkan pada masa Orde Baru. Penerapan program PELITA dimulai pada 1 April 1969.

Selama masa kepemimpinan Presiden Suharto, program Pelita telah dilaksanakan sebanyak empat kali.

Pelita I

Pelita I dimulai sejak 1 April 1969. Titik fokus Pelita I adalah meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakan dasar bagi pembangunan-pembangunan berikutnya.

Pelita II

Pelita II dimulai sejak 1 April 1974 dengan sasaran ketersediaan sandang, pangan yang serba cukup dengan mutu yang baik dan terjangkau oleh masyarakat umumnya.

Sasaran pelita II

  1. tersedianya bahan-bahan perumahan dan fasilitas-fasilitas lain yang diperlukan, terutama untuk kepentingan rakyat banyak
  2. keadaan prasarana yang makin meluas dan sempurna
  3. keadaan kesejahteraan rakyat yang lebih baik dan lebih merata
  4. meluasnya kesempatan kerja.

Pelita III

Pelita III dimulai pada 1 April 1979 dengan sasaran:

  1. pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak, khusunya pangan, sandang dan perumahan, kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan,
  2. pemerataan pembagian pemerataan,
  3. pemerataan kesempatan kerja,
  4. pemerataan kesempatan berusaha,
  5. pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan, khusunya bagi generasi muda dan kaum wanita,
  6. pemerataan memperoleh keadilan.

Pelita IV

Pada rencana Pelita IV disusun sebagai pelaksanaan GBHN tahun 1983 memfokuskan pada perbaikan sektor perekonomian yang kala itu sedang merosot.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Bagikan

Baca Juga

Lowalangi, Nama Dewa Nias yang Kini Disebut dalam Doa Kristen
Prabu Siliwangi di Hulu Citarum, Tapa yang Dibaca sebagai Islam
Polahi Gorontalo, Pelarian Pajak Kolonial yang Masih Terpinggir
Wong Kalang dan Samin, Dua Tafsir Asal Usul Orang Bojonegoro
Suku Sakai di Mandau, Sudah Sampai Kampus tapi Belum Sejahtera
Carok Madura, dari Tanah Kapur sampai Pemilihan Kepala Desa