- Perdagangan Indonesia dan Mozambik pada 2025 mencapai USD 162,8 juta, naik 57,5 persen.
- Pada Januari hingga Agustus 2026, perdagangan kedua negara tumbuh 35,79 persen menjadi USD 110,7 juta.
- Wamendag Roro menyebut IM-PTA sebagai kerangka kerja praktis untuk mengurangi hambatan perdagangan.
Cekricek.id — Perdagangan bilateral Indonesia dan Mozambik pada 2025 mencapai USD 162,8 juta, naik 57,5 persen dibandingkan 2024, dan Kementerian Perdagangan mendorong pemanfaatan Indonesia-Mozambique Preferential Trade Agreement (IM-PTA).
Dorongan itu disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam forum bisnis “Trading with Mozambique: PTA in Strategic Market Hub” di Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Kamis (15/10/2026), menurut keterangan tertulis Kementerian Perdagangan, Jumat (16/10/2026). Tahun ini menandai 35 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
“Forum bisnis ini bertujuan meninjau pelaksanaan Indonesia-Mozambique Preferential Trade Agreement (PTA) dan membuka peluang baru untuk meningkatkan akses pasar bilateral. IM-PTA bukan sekadar dokumen hukum, tapi juga kerangka kerja praktis yang berorientasi pada pertumbuhan yang dirancang untuk membantu komunitas bisnis kedua negara berdagang secara lebih efisien, mengurangi hambatan perdagangan, dan membangun kemitraan yang saling menguntungkan,” jelas Wamendag Roro.
Menurut Kemendag, Mozambik menjadi pintu gerbang menuju Southern African Development Community (SADC) dan kawasan perdagangan bebas benua Afrika (AfCFTA) dengan populasi sekitar 1,4 miliar jiwa. Indonesia, dengan lebih dari 280 juta penduduk, menjadi titik masuk ke pasar ASEAN yang berisi lebih dari 680 juta konsumen.
TEI ke-41 diperkirakan mempertemukan lebih dari 13.200 pembeli, termasuk lebih dari 7.000 pembeli internasional dari 130 negara. “Kami mengundang buyer Mozambik untuk aktif menjelajahi area pameran. Dengan demikian, buyer dapat berinteraksi langsung dan membangun kepercayaan dengan para eksportir unggulan, serta menggali potensi penuh dari produk-produk Indonesia,” kata Wamendag Roro.
Wamendag Roro bersama Secretary of State for Trade Mozambik Antonio Do Rosario Grispos menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Confederation of Business Associations of Mozambique dan Asian Trade, Tourism, and Economic Council (ATTEC) yang difasilitasi Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Johannesburg. Forum itu diikuti 50 peserta.
Salah satunya Deuxiene Ahadiningtyas, pendiri Karaya Living, produsen peralatan dapur dan makan berbahan kayu. “Kami aktif mengikuti sejumlah pameran untuk memasarkan produk dan penjajakan ekspor. Forum bisnis Mozambik diharapkan dapat memberikan informasi terkait ekspor ke Mozambik dan kesempatan untuk menjajaki hubungan dengan buyer,” ujarnya.
Ekspor Indonesia ke Mozambik Tumbuh 57,75 Persen
Pada 2025, ekspor Indonesia ke Mozambik naik 52,1 persen menjadi USD 107,8 juta, sedangkan impor dari Mozambik USD 55 juta. Pada Januari–Agustus 2026, perdagangan bilateral mencapai USD 110,7 juta atau naik 35,79 persen, dengan ekspor Indonesia USD 88,9 juta atau tumbuh 57,75 persen.
Ekspor utama Indonesia ke Mozambik meliputi minyak kelapa sawit beserta fraksinya, sabun, asam lemak industri dan turunannya, margarin, serta semen. Indonesia mengimpor tembakau, batu bara, mineral industri, dan grafit alami dari Mozambik.















