Pesawat Jatuh di California, 6 Orang Tewas dalam Kecelakaan Tragis

A A

Pesawat Jatuh di California, 6 Orang Tewas dalam Kecelakaan Tragis. [Ist]

Enam orang meninggal dunia ketika sebuah pesawat jatuh dan terbakar di California Selatan. Kecelakaan tersebut terjadi di dekat bandara Murrieta, Riverside barat daya. Baca artikel ini untuk mengetahui detailnya.

Cekricek.id, California - Enam nyawa melayang dalam kecelakaan tragis ketika sebuah pesawat jatuh dan terbakar di atas lapangan di California selatan, Amerika Serikat, pada Sabtu (8/7/2023) pagi. Kecelakaan ini terjadi di dekat bandara di kota Murrieta, California, di daerah Riverside barat daya, sekitar 85 mil (136,79 km) selatan Los Angeles.

Pesawat yang terbakar itu dilapisi api, bersama dengan sekitar satu hektar vegetasi, saat para deputi tiba di lokasi kejadian. Pesawat ini sebelumnya berangkat dari bandara internasional Harry Reid di Las Vegas sebelum menabrak lapangan. Menurut Administrasi Penerbangan Federal, pesawat tersebut adalah jet bisnis Cessna C550.

Sayangnya, keenam penumpang pesawat tersebut dinyatakan tewas di tempat kejadian, tak lama setelah pihak berwenang menemukan pesawat yang hangus terbakar pada pukul 04.15, menurut departemen pemadam kebakaran daerah Riverside. Identitas korban yang tewas dalam kecelakaan ini belum dirilis.

Dilansir The Guardian, berdasarkan data radar dari situs pelacakan penerbangan FlightAware, hanya ada satu jet bisnis yang melakukan perjalanan dari Las Vegas ke French Valley pada saat kejadian. Pesawat tersebut melakukan satu putaran di dekat lapangan sebelum akhirnya jatuh.

Departemen pemadam kebakaran daerah Cal Fire / Riverside melalui sebuah tweet mengkonfirmasi bahwa pesawat itu jatuh dan terbakar, mengakibatkan terbakarnya sekitar satu hektar tanaman di sekitarnya.

Max Trescott, seorang instruktur penerbangan California yang menjadi tuan rumah podcast Aviation News Talk, mengungkapkan bahwa data dari situs pelacakan pesawat menunjukkan adanya visibilitas yang buruk beberapa saat sebelum kecelakaan terjadi. Katanya, kondisi cuaca semakin memburuk setelah pilot membatalkan upaya pendaratan pertama dan memutuskan untuk berputar kembali mencoba lagi.

Menurut Trescott, "Cuaca semakin memburuk saat mereka melakukan dua pendekatan."

Saat ini, belum jelas mengapa pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan kedua. Namun, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) dan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) sedang melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan ini. NTSB telah mengirimkan lima penyelidik untuk berada di lokasi kecelakaan pada Sabtu malam. Rencananya, laporan pendahuluan akan dirilis dalam waktu sekitar 15 hari.

Pada Sabtu pagi, daerah sekitar bandara French Valley diliputi kabut tebal. Laporan dari KTLA menyebutkan bahwa kondisi ini mungkin menyebabkan pesawat kehilangan landasan beberapa ratus yard.

Kecelakaan ini merupakan kecelakaan fatal kedua yang terjadi di dekat bandara French Valley di daerah Riverside. Pada hari Selasa sebelumnya, satu orang meninggal dan tiga lainnya mengalami luka-luka ketika sebuah pesawat menabrak sisi sebuah bangunan di dekat bandara.

Baca juga: 4 Anak Ditemukan Selamat di Hutan Amazon Setelah 40 Hari Kecelakaan Pesawat

Dengan adanya kecelakaan ini, penting bagi pihak berwenang untuk mengidentifikasi penyebab pasti dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Semoga keluarga korban mendapatkan kekuatan dan dukungan dalam menghadapi tragedi ini.

Bagikan

Baca Juga

Kendaraan militer Israel beroperasi di dekat rumah warga Palestina di Desa Qusra, Tepi Barat
Dua Belas Negara Jatuhkan Sanksi atas Permukiman Israel
Foto arsip Jaksa Agung Ukraina Ruslan Kravchenko pada Maret 2024
Jaksa Agung Ukraina Mundur di Tengah Penyidikan Korupsi
Foto arsip anggota kelompok Houthi di atas truk militer di Sanaa pada Oktober 2014
Serangan Houthi Terberat, Arab Saudi Balas Lewat Serangan Udara
Foto arsip Donald Trump turun dari Air Force One di Bandara Morristown, New Jersey
Trump Larang Bombardier Menjual Pesawat di Amerika Serikat
Foto arsip Kanselir Jerman Friedrich Merz memberikan keterangan pers di Leuna pada 3 September 2026
Merz: Hasil Saxony-Anhalt Mengubah Jerman Secara Keseluruhan
Ursula von der Leyen saat berada di Greenland
Uni Eropa Tambah Investasi 200 Juta Euro untuk Greenland