Qatar Dorong Kerangka Keamanan Teluk Libatkan Iran Pasca Perang

A A

Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani bicara kerangka keamanan Teluk di forum New York [Foto: Al Jazeera]

  • PM Qatar Sheikh Mohammed menyebut Teluk tak akan sama tanpa kerangka keamanan yang menjamin tidak saling mengancam.
  • Kerangka diusulkan melibatkan Iran untuk mencegah eskalasi pasca perang 6 bulan di kawasan.
  • Qatar aktif sebagai penengah untuk menghidupkan kembali perundingan Iran dan Amerika Serikat.

Cekricek.id — Qatar mendorong pembentukan kerangka keamanan Teluk yang melibatkan Iran, setelah perang Amerika Serikat–Israel melawan Iran yang telah berlangsung lebih dari enam bulan mengubah lanskap keamanan kawasan.

Mengutip laporan Al Jazeera, Minggu (21/09/2026), Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyampaikan gagasan itu dalam forum ekonomi di New York yang diwawancarai Bloomberg.

Sheikh Mohammed mengatakan, “Teluk tidak akan sama seperti sebelum perang, kecuali ada kerangka keamanan yang memastikan tidak ada pihak yang menjadi ancaman bagi pihak lain,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari laporan Al Jazeera, Minggu (21/09/2026).

Ia menekankan kawasan perlu menjaga hubungan baik antarnegara Teluk dan Iran agar eskalasi tidak berulang, terutama setelah serangan Houthi ke Arab Saudi dan blokade Selat Hormuz yang mengganggu ekspor energi.

Gagasan kerangka keamanan muncul saat Arab Saudi menghadapi serangan Houthi ke Riyadh dan infrastruktur energi, sementara jalur alternatif lewat Laut Merah juga tertekan karena Houthi menguasai sekitar Bab al-Mandeb.

Perang Hormuz Picu Desakan Jaminan Bersama

Perang yang dimulai dengan serangan Washington dan Tel Aviv ke Iran pada Februari telah memicu pembalasan berantai, termasuk serangan ke kapal tanker dan pangkalan militer, serta penutupan terbatas Selat Hormuz yang memukul rantai pasok energi global.

Qatar yang menjadi penengah antara Amerika Serikat dan Iran melihat celah diplomasi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, sebelumnya menyebut Doha bekerja untuk menghidupkan kembali perundingan Iran–Amerika Serikat.

Kerangka yang dimaksud diharapkan berisi komitmen saling tidak menyerang, transparansi militer, dan mekanisme penyelesaian sengketa agar negara Teluk tidak terseret otomatis ke konflik besar berikutnya.

Baca juga Arab Saudi, Turki, dan Pakistan teken pakta pertahanan di Mekah

Diplomasi Qatar di Tengah Rivalitas Blok

Qatar selama ini menjaga hubungan dengan semua pihak, termasuk Iran, Arab Saudi, dan Amerika Serikat. Posisi itu membuat Doha kerap menjadi saluran komunikasi ketika jalur resmi buntu.

Bagi Indonesia, stabilitas Teluk penting karena menyangkut harga energi, keselamatan pekerja migran, dan rute pelayaran. Setiap guncangan di Hormuz dan Bab al-Mandeb cepat tercermin pada biaya logistik dan harga minyak dunia yang juga dirasakan pasar domestik.

Bagikan

Baca Juga

Rusia dan China Veto Panel Pengawas Sanksi Iran di PBB
Turkiye Siap Penuhi Kebutuhan Pertahanan Arab Saudi Hadapi Houthi
Bank Jepang Naikkan Suku Bunga ke 1,25 Persen Tertinggi 31 Tahun
Aleema Khan Ditangkap Jelang Pawai PTI Desak Bebaskan Imran Khan
Kelambu Kamar Tidur dan Lansia Pesisir Surat Thani yang Jatuh
Amerika Serikat Cabut Sanksi terhadap Eritrea