Raja Harald V Wafat, Haakon VIII Naik Takhta Norwegia

A A

Haakon VIII saat masih menyandang gelar Putra Mahkota Norwegia. [Foto: Håkan Dahlström/Wikimedia Commons, CC BY 2.0]

Bendera di gedung-gedung pemerintah Oslo diturunkan setengah tiang pada Jumat pagi (28/08/2026). Pukul 06.35 waktu setempat, Raja Harald V meninggal dunia di Rumah Sakit Nasional Oslo dalam usia 89 tahun.

Istana mengonfirmasi kabar itu beberapa jam kemudian, tanpa mengumumkan tanggal pemakaman. Harald dirawat sejak 17 Agustus 2026 karena anemia hemolitik, kondisi ketika sel darah merah dihancurkan jauh lebih cepat daripada kemampuan tubuh menggantinya, yang membuat penderitanya cepat lelah dan sesak napas.

“Seluruh bangsa berduka dan rakyat Norwegia ditinggalkan dengan rasa syukur yang dalam atas hidup panjang yang diabdikan untuk Norwegia. Selama lebih dari tiga dekade sebagai raja, Harald V menunjukkan keyakinan yang tidak pernah goyah terhadap rakyat Norwegia,” kata Perdana Menteri Jonas Gahr Støre dalam pernyataan resminya, sebagaimana dilaporkan NPR.

Tiga Puluh Lima Tahun di Takhta

Harald naik takhta pada 21 Januari 1991, sehari setelah ayahnya, Raja Olav V, wafat. Ia memerintah selama 35 tahun dan pada akhir hidupnya menjadi raja tertua di Eropa. Masa pemerintahannya bertepatan dengan puncak kemakmuran Norwegia yang ditopang minyak dan gas Laut Utara.

Baca juga Keajaiban Fjord Norwegia: Pesona Alam yang Terukir oleh Sejarah Geologisnya

Ia lahir pada 1937 dan baru berusia tiga tahun ketika keluarganya melarikan diri dari pendudukan Nazi. Sebagian masa kecilnya dihabiskan di Amerika Serikat sebelum kembali ke Norwegia pada 1945. Kegigihannya juga tampak dalam urusan pribadi: Harald menunggu sembilan tahun untuk menikahi Sonja Haraldsen pada 1968, menolak tekanan agar mencari pasangan dari kalangan bangsawan Eropa.

Sumpah di Depan Storting

Takhta berpindah seketika. Putra Mahkota Haakon, 53 tahun, resmi menjadi Raja Haakon VIII pada detik ayahnya mangkat. Ia dijadwalkan mengucapkan sumpah di hadapan Storting, parlemen Norwegia, pada Selasa, berjanji menjaga konstitusi dan undang-undang negara.

Baca juga Tiga Negara Eropa yang Absen dari Pakta Pertahanan PESCO

Haakon bukan wajah asing bagi publik. Ia berulang kali menjalankan tugas kerajaan mewakili ayahnya selama bertahun-tahun terakhir, ketika kesehatan Harald menurun.

Baca juga Serangan Pedang di Sekolah Swedia Tewaskan Siswi 17 Tahun

“Sebuah era telah berakhir. Era baru dimulai. Raja telah wafat. Panjang umur sang raja,” ujar Støre. “Kami akan mengenang Raja Harald karena cintanya kepada rakyatnya, karena humor dan kehangatannya, dan karena keyakinannya yang tak pernah goyah kepada kami.”

Menurut laporan Al Jazeera, Sabtu (29/08/2026), warga berdatangan ke halaman Istana Kerajaan sejak siang untuk meletakkan bunga dan lilin.

Bagikan

Baca Juga

ECB: Uang Tunai Euro Beredar Capai 1,6 Triliun
ECB: Uang Tunai Euro Beredar Capai 1,6 Triliun
Warga meletakkan bunga dan lilin di tugu peringatan darurat depan sekolah
Serangan Pedang di Sekolah Swedia Tewaskan Siswi 17 Tahun
Suasana di luar SMA Brinell di Fagersta, Swedia, setelah insiden penyerangan bersenjata pedang.
Pria Bersenjata Pedang Serang Sekolah di Swedia
Ilustrasi bendera Palestina di lokasi insiden kekerasan pemukim di Abu Falah, Tepi Barat, foto arsip Maret 2026.
Eropa dan Kanada Kecam Rencana Permukiman Israel
Ilustrasi deretan tiang bendera negara-negara Eropa di depan gedung kaca pemerintahan.
Tiga Negara Eropa yang Absen dari Pakta Pertahanan PESCO
Wakil Ketua Partai Yabloko Lev Shlosberg di ruang sidang pengadilan di Pskov, Rusia, Senin, 17 Agustus 2026.
Rusia Kukuhkan Pencoretan Partai Yabloko dari Pemilu, Wakil Ketuanya Dibui 11 Tahun