Milisi ADF Terafiliasi ISIS Serang Desa di Kongo, 13 Warga Tewas

A A

Ilustrasi desa di kawasan hutan Kongo timur. Milisi ADF menyerang Desa Banana Ecole dekat Mambasa dan menewaskan sedikitnya 13 warga. [Foto: Ilustrasi/Canva]

Cekricek.id — Milisi yang berafiliasi dengan kelompok ISIS menyerang sebuah desa di Republik Demokratik Kongo dekat perbatasan Uganda pada Sabtu dini hari, menewaskan sedikitnya 13 orang serta membakar dan menjarah rumah-rumah warga.

Mengutip laporan Associated Press, Sabtu (8/8/2026), serangan itu terjadi di Desa Banana Ecole, kawasan pinggiran ibu kota teritori Mambasa. Ketua New Civil Society of Congo/Mambasa Marie-Noelle Anotane dan seorang warga setempat, Sylvain Andali, menyebut pelakunya adalah Allied Democratic Forces (ADF) — keduanya mengenali taktik khas kelompok tersebut.

“Korban tewas 13 warga sipil ini baru angka sementara, karena sebagian besar warga tidak menjawab panggilan dan pencarian masih berlangsung di desa-desa sekitarnya,” kata Anotane.

Lari dari Milisi, Terjebak Wabah

Serangan itu menempatkan warga pada pilihan mustahil: bertahan di bawah ancaman serangan susulan, atau mengungsi ke wilayah lain provinsi itu yang tengah dilanda wabah Ebola dengan penyebaran tercepat dalam sejarah.

“Saya memutuskan meninggalkan Mambasa menuju Bunia karena takut serangan ADF berulang. Banyak tetangga saya sudah tewas, dan saya harus melindungi nyawa saya dan keluarga,” ujar Andali.

Rumah Dibakar, Warga Diculik

Masih dikutip dari laporan media Kongo, Netic News, serangan yang dimulai sekitar pukul tujuh malam waktu setempat itu juga menghanguskan sejumlah rumah dan dua kendaraan, sementara beberapa warga dilaporkan dibawa paksa oleh para penyerang dan sejumlah lainnya hilang. Lokasi persisnya berada sekitar 20 kilometer dari pusat Mambasa, di wilayah Bapongomo, Ituri.

Tentara Kongo (FARDC) dan militer Uganda telah hampir lima tahun menggelar operasi gabungan memburu ADF di kawasan itu. Sepekan sebelum serangan, operasi tersebut membebaskan lebih dari 11 sandera di wilayah Biakato.

Riwayat Panjang Kekerasan ADF

ADF berakar di Uganda dan menyatakan baiat kepada ISIS pada 2019. Kelompok ini sudah lama beroperasi di kawasan perbatasan dan rutin menyerang warga sipil; pada Juli 2025 mereka membantai 66 orang di Kongo timur dalam serangan yang disebut PBB sebagai pertumpahan darah. Kongo sendiri menghadapi sekitar seratus kelompok pemberontak lain, yang paling menonjol M23 dukungan Rwanda yang telah merebut kota-kota penting di wilayah timur.

Kekerasan bermotif ekstremisme lintas negara semacam ini terus menjadi perhatian dunia, sebagaimana ancaman keamanan yang membayangi Piala Dunia 2026 yang baru terungkap dari laporan polisi AS.

Baca juga: Arab Saudi, Turki, dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Mekah

Bagikan

Baca Juga

Indeks Bahaya Balita Melonjak Saat Panel VOC Diperluas
Kesadaran Zoonosis Warga Dhading Nepal Masih Jomplang
Obesitas Anak Thailand Melonjak Dua Kali Lipat Saat Pandemi
Keseimbangan Pikiran Ubah Niat Berhenti Rokok Mahasiswi
Separuh Buruh Migran Myanmar di Chiang Rai Pergi Berobat
Vaksin HPV Baru Menjangkau Satu dari Lima Siswa Chiang Mai