Turkiye Siap Penuhi Kebutuhan Pertahanan Arab Saudi Hadapi Houthi

A A

Asap hitam membumbung dari tangki bahan bakar Bandara King Khalid Riyadh setelah serangan Houthi [Foto: Al Jazeera]

  • Turkiye siap penuhi kebutuhan pertahanan Arab Saudi terutama sistem pertahanan udara, anti-drone, dan pengawasan.
  • Menlu Hakan Fidan menyebut serangan Houthi sebagai ancaman serius terhadap kedaulatan Saudi.
  • Pakta Mekkah Turkiye-Pakistan-Arab Saudi menganggap serangan ke satu anggota sebagai serangan ke semuanya.

Cekricek.id — Turkiye siap penuhi kebutuhan pertahanan Arab Saudi di tengah eskalasi serangan rudal dan drone Houthi yang mengincar Riyadh, instalasi energi, dan jalur pelayaran.

Mengutip laporan Al Jazeera, Sabtu (20/09/2026), Menteri Luar Negeri Turkiye, Hakan Fidan, mengatakan Riyadh mungkin memiliki kebutuhan militer terutama soal teknis dan Ankara tidak keberatan memenuhinya di bawah kerangka kerja sama pertahanan.

Fidan menyebut, “Kami melihat ada serangan sangat serius terhadap integritas teritorial dan kedaulatan Arab Saudi,” katanya kepada penyiar NTV, sebagaimana dilansir dari laporan Al Jazeera, Sabtu (20/09/2026).

Ia menambahkan Riyadh “mungkin memiliki beberapa kebutuhan militer, terutama pada beberapa isu teknis,” dan Turkiye “tidak memiliki kendala untuk memenuhinya.”

Pernyataan itu muncul setelah Houthi menembakkan rudal balistik ke Riyadh pada Sabtu dini hari yang berhasil dicegat, serta upaya serangan ke Bisha, Taif, Farasan, dan Yanbu yang menurut juru bicara koalisi Mayor Jenderal Turki al-Maliki berhasil digagalkan pertahanan udara kerajaan.

Pakta Mekkah Jadi Payung Kerja Sama

Bulan lalu Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah yang menyatakan serangan bersenjata terhadap salah satu anggota dianggap serangan terhadap semuanya, mirip pasal kolektif NATO.

Profesor Ismail Numan Telci dari Ibn Haldun University mengatakan penawaran Hakan Fidan mengisyaratkan kekuatan Ankara di pertahanan udara, anti-drone, peperangan elektronika, radar, pengawasan, dan keamanan maritim. “Ada batasan yang mencegah Turkiye memiliki peran tempur langsung dalam konflik,” ujarnya.

Analis pertahanan Alex Afirraz Scheers menilai jaringan pertahanan berlapis Riyadh yang bertumpu pada Patriot dan THAAD tengah teregang oleh volume dan frekuensi serangan Houthi. “Pada sisi ofensif, Riyadh bisa meminta kemampuan drone dan rudal Turkiye yang telah teruji tempur,” katanya.

Baca juga Arab Saudi, Turki, dan Pakistan teken pakta pertahanan di Mekah

Dukungan Teknis Tanpa Pasukan Tempur

Telci menilai aktivasi pakta secara hukum dimungkinkan karena serangan Houthi ke wilayah Saudi memenuhi definisi serangan bersenjata, namun perjanjian belum diratifikasi parlemen Turkiye dan Pakistan sehingga penerapannya rumit di lapangan.

Pakistan sendiri melalui Letjen Ahmed Sharif Chaudhry menegaskan, “Saya ingin menggarisbawahi kata secara fisik,” katanya kepada Arab News, “Kami akan melakukan segala upaya,” merujuk pada komitmen membela Arab Saudi.

Di lapangan Yaman, pasukan pemerintah yang didukung Saudi mengklaim menggagalkan infiltrasi Houthi di sektor al-Fuliahan, Marib selatan, dan menewaskan 12 pejuang, sementara Houthi baru saja merebut kota pelabuhan Mocha dan menekan provinsi kaya minyak Marib.

Bagikan

Baca Juga

Rusia dan China Veto Panel Pengawas Sanksi Iran di PBB
Qatar Dorong Kerangka Keamanan Teluk Libatkan Iran Pasca Perang
Bank Jepang Naikkan Suku Bunga ke 1,25 Persen Tertinggi 31 Tahun
Aleema Khan Ditangkap Jelang Pawai PTI Desak Bebaskan Imran Khan
Kelambu Kamar Tidur dan Lansia Pesisir Surat Thani yang Jatuh
Amerika Serikat Cabut Sanksi terhadap Eritrea