UGM dan NUST Namibia Jajaki Penanaman Padi Gamagora

A A

Penandatanganan nota kesepahaman UGM dan Namibia University of Science and Technology di Gedung Pusat UGM. [Foto: Dok. UGM]

  • UGM dan NUST Namibia membahas nota kesepahaman kerja sama pertanian dan teknologi pada Rabu.
  • Padi amfibi Gamagora 7 dikembangkan untuk wilayah dengan keterbatasan air dan dilirik untuk Namibia.
  • NUST tengah menyiapkan kampus satelit yang berfokus pada pertanian dan sumber daya alam.
  • Kerja sama juga menjajaki bidang biomedical engineering serta digitalisasi pendidikan.

Cekricek.id — Universitas Gadjah Mada dan Namibia University of Science and Technology menjajaki penanaman padi Gamagora di Namibia lewat nota kesepahaman yang dibahas dalam kunjungan NUST ke Gedung Pusat UGM, Rabu.

Kunjungan itu membahas penguatan kerja sama kedua institusi di bidang pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas teknis, serta kolaborasi pertanian dan teknologi, menurut keterangan tertulis Universitas Gadjah Mada, Kamis (17/09/2026). Salah satu peluang yang mengemuka adalah penanaman padi varietas Gamagora di negara Afrika bagian selatan tersebut.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kemitraan UGM, Danang Sri Hadmoko, menyatakan UGM sebagai universitas komprehensif memiliki beragam bidang keilmuan yang dapat dikembangkan bersama, tidak hanya pertanian, tetapi juga teknologi, kesehatan, dan pendidikan. Ia berharap pembahasan itu diarahkan pada bentuk kolaborasi yang dapat segera dijalankan.

Padi amfibi untuk wilayah yang kekurangan air

Gamagora 7 merupakan padi amfibi yang dikembangkan tim peneliti UGM untuk mendukung pertanian di wilayah dengan keterbatasan air. UGM melihat peluang pemanfaatannya untuk menopang kebutuhan pangan di Namibia.

“Kami memiliki padi amfibi yang dikembangkan untuk daerah yang mengalami kekurangan air. Saat ini kami sedang merencanakan produksi dalam skala yang lebih besar,” ujar Danang.

Ia menambahkan, peluang kerja sama tidak harus berhenti di tingkat perguruan tinggi dan dapat menjangkau masyarakat di wilayah NUST. “Kami berharap inovasi tersebut nantinya tidak hanya digunakan di universitas, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara lebih luas,” lanjutnya.

Menurut Danang, kerja sama diarahkan pada penguatan kapasitas teknis NUST, terutama pengembangan infrastruktur pengolahan dan fasilitas pendukung kegiatan akademik. Kedua pihak juga akan melanjutkan pembahasan mengenai kurikulum, perencanaan infrastruktur, fasilitas laboratorium, serta kebutuhan peralatan khusus. Pola penguatan riset lintas lembaga seperti ini juga menjadi sorotan pada dorongan hilirisasi riset di Dies Natalis ke-70 UNAND.

NUST siapkan kampus satelit bidang pertanian

Deputy Vice Chancellor for Teaching and Learning NUST, Teresia Kaulihowa, menjelaskan pihaknya tengah mengembangkan kampus satelit di luar ibu kota Namibia yang akan berfokus pada bidang pertanian dan sumber daya alam.

“Kami telah mengidentifikasi Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Pertanian UGM sebagai mitra utama untuk membantu kami mengembangkan kampus tersebut,” jelas Teresia.

Ia menyatakan pengalaman UGM dalam pengembangan pendidikan dan infrastruktur pertanian menjadi hal yang ingin dipelajari NUST untuk merancang fasilitas dan sistem pendukung kampus barunya. “Kami ingin belajar dari pengalaman UGM, khususnya mengenai infrastruktur, peralatan khusus, dan bagaimana teknologi modern dapat diintegrasikan ke dalam bidang pertanian,” tuturnya.

Selain pertanian, kedua universitas membahas peluang kerja sama di bidang biomedical engineering. NUST menyampaikan ketertarikan pada pengembangan teknologi biomedis, sementara UGM memiliki pengalaman mengembangkan hasil riset menjadi produk teknologi kesehatan. Evaluasi terhadap riset terapan semacam itu juga menjadi agenda kampus lain, seperti pada monitoring dan evaluasi RISPRO LPDP di Unismuh.

Pertukaran pengalaman turut mencakup digitalisasi pendidikan dan pengelolaan universitas, mulai dari penerapan learning management system, otomasi proses akademik, pemanfaatan kecerdasan artifisial, hingga peluang pembelajaran bersama secara daring. Pembenahan tata kelola kampus juga tengah berjalan di UGM lewat Gerakan Kampus Hijau.

Tag:
Bagikan

Baca Juga

Virus Pepaya Sleman Paling Dekat dengan Dua Isolat Thailand
Glucowrap, Sandal Pintar Mahasiswa UGM Deteksi Luka Kaki Diabetes
UGM Luncurkan Gerakan Kampus Hijau, Terapkan UGM Gate Bertahap
Pakar UGM: RUU Reforma Agraria Sangat Mendesak bagi Indonesia
Hilirisasi Kemenyan, Guru Besar UGM: Nilai Minyak 20 Kali Lipat
Kebijakan Penanggulangan Bencana Butuh Keputusan Cepat