- UNDIP bertahan di peringkat kedua UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026.
- Posisi kedua itu dipertahankan tujuh kali berturut-turut sejak 2020.
- UNDIP juga meraih penghargaan bidang Energi dan Perubahan Iklim serta bidang Transportasi.
Cekricek.id — Universitas Diponegoro (UNDIP) bertahan di peringkat kedua perguruan tinggi paling berkelanjutan nasional dalam UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026.
Mengutip keterangan tertulis Universitas Diponegoro, Selasa (15/09/2026), posisi itu sudah dipertahankan tujuh kali berturut-turut sejak 2020. Pengumuman dan penganugerahan berlangsung di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Selain peringkat kedua nasional, UNDIP menyabet dua penghargaan lain. Keduanya untuk bidang Energi dan Perubahan Iklim serta bidang Transportasi.
Rektor: Bukan Hal yang Mudah
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyebut capaian itu sebagai hasil kerja banyak unit. Menurutnya, menjaga posisi kedua secara nasional menuntut konsistensi yang tidak ringan.
“Alhamdulillah, tahun ini kita bisa mempertahankan peringkat kedua. Saya rasa ini tidak mudah. Capaian ini merupakan kerja luar biasa dari Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Konektivitas Global, teman-teman di rektorat, unit, fakultas, departemen, program studi, serta seluruh keluarga besar Universitas Diponegoro,” ujar Suharnomo.
Baca juga UGM luncurkan gerakan kampus hijau, terapkan UGM Gate bertahap
Suharnomo menegaskan pemeringkatan bukan tujuan akhir. Ia ingin prinsip keberlanjutan tertanam pada keseharian sivitas akademika.
“Kita tidak hanya ingin ini sekadar mendapatkan juara dua. Kita ingin keberlanjutan ini terinternalisasi dan menjadi bagian dari seluruh insan Universitas Diponegoro. Kita ingin ini menjadi gaya hidup yang green untuk menuju sustainability ke depan,” jelasnya.
Zero Waste dan 220 Sepeda Listrik
Sejumlah langkah sudah dijalankan kampus itu. Tahun lalu UNDIP mendeklarasikan program Zero Waste sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan. Tahun ini giliran sektor transportasi yang dibenahi.
Kampus mengadakan 220 unit sepeda listrik untuk mobilitas di dalam area universitas. Kendaraan itu menjadi salah satu alasan UNDIP memperoleh penghargaan bidang Transportasi.
“Tahun lalu kita mendeklarasikan UNDIP Zero Waste. Tahun ini kita memperbaiki transportasi dengan adanya 220 E-Bike UNDIP. Saya rasa ini menjadi gebrakan bagi kita,” kata Suharnomo.
Baca juga Biochar sekam padi tim UNDIP untuk tanah masam Senggi, Keerom
Tujuh Aspek Penilaian UI GreenMetric
Pemeringkatan ini menilai kampus lewat tujuh aspek. Aspek itu meliputi penataan dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan sampah, pengelolaan air, transportasi, pendidikan dan penelitian, serta tata kelola dan digitalisasi.
Versi Indonesia 2026 diikuti 219 perguruan tinggi. Rinciannya 113 perguruan tinggi negeri dan 106 perguruan tinggi swasta. Di tingkat dunia, pemeringkatan ini diikuti lebih dari 2.000 kampus dari lebih dari 100 negara.
Baca juga Biogas kotoran sapi ITS jadi energi dapur warga Papua Barat
Ke depan, UNDIP menyatakan akan mengembangkan program keberlanjutan dengan mengacu pada indikator UI GreenMetric. Sasarannya bukan sekadar mempertahankan posisi, melainkan juga menempelkan praktik keberlanjutan pada tata kelola kampus.
“Tahun depan, mudah-mudahan dengan mengacu pada arahan UI GreenMetric, kita dapat menghadirkan gebrakan baru lagi untuk tetap mempertahankan posisi ini, lebih-lebih bisa naik ke peringkat satu,” ujar Suharnomo.
UI GreenMetric merupakan pemeringkatan kampus berkelanjutan yang digagas Universitas Indonesia sejak 2010. Penilaiannya memakai data yang dilaporkan sendiri oleh setiap perguruan tinggi peserta.















