- Tim 12 Ekspedisi Patriot UNDIP mengolah sekam padi dan tongkol jagung menjadi biochar di Kawasan Transmigrasi Senggi, Keerom.
- Tim membuat alat pirolisis berbahan drum dan menguji metode Kon-Tiki yang dinilai relatif sederhana.
- Biochar diaplikasikan pada demplot jagung sebagai pembenah tanah masam Senggi.
Cekricek.id — Tim 12 Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) mengembangkan biochar sekam padi dan tongkol jagung untuk pertanian di Kawasan Transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Papua.
Melansir keterangan tertulis Universitas Diponegoro, Senin (14/09/2026), tim itu diketuai Muhammad Iqbal Fauzan, S.P., M.Si. Ia dosen Program Studi S1 Agroekoteknologi Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) UNDIP. Lima anggota lain berasal dari berbagai disiplin ilmu.
Biochar adalah bahan padat kaya karbon hasil pembakaran tidak sempurna atau karbonisasi dari limbah organik. Di Senggi, sekam padi dan tongkol jagung tersedia melimpah. Namun, keduanya belum dimanfaatkan secara optimal.
Biochar Sekam Padi dengan Alat Sederhana
Saat ini tim tengah membuat alat pirolisis sederhana berbahan drum. Alat itu membakar biomassa tanpa oksigen. Tim juga sudah menguji metode Kon-Tiki, yakni teknik pembuatan biochar memakai wadah atau lubang berbentuk kerucut terbalik.
Dari percobaan awal, metode Kon-Tiki dinilai relatif sederhana. Metode itu juga berpotensi lebih mudah diterapkan warga karena tidak memerlukan peralatan rumit.
“Sekam padi dan tongkol jagung yang tersedia di kawasan ini sebenarnya merupakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali. Kami ingin teknologi biochar nantinya tidak berhenti pada kegiatan tim, tetapi dapat dipahami dan diterapkan oleh masyarakat. Karena itu, kami mencoba metode yang relatif sederhana, seperti pirolisis drum dan Kon-Tiki,” ujar Iqbal.
Baca juga Pemetaan Kawasan Transmigrasi Senggi oleh tim UNDIP
Demplot Jagung di Tanah Masam
Tim menyiapkan lahan percontohan atau demplot jagung yang diberi biochar sekam padi. Di sana, biochar berfungsi sebagai amelioran, yaitu bahan pembenah untuk memperbaiki kualitas fisik dan kimia tanah.
Menurut keterangan UNDIP, biochar berpotensi menambah pori dan daya simpan air tanah. Biochar juga dapat membantu menaikkan pH tanah masam Senggi agar unsur hara lebih mudah diserap tanaman.
Selain itu, tim menggelar pelatihan pembuatan biochar bagi warga. Materinya mulai dari pemilihan bahan baku dan karbonisasi dengan drum pirolisis maupun Kon-Tiki. Peserta juga belajar cara mengaplikasikannya di lahan.
Baca juga Tradisi royongan petani Senggi yang diikuti tim UNDIP
“Biochar tidak hanya kami lihat sebagai pembenah tanah. Ketika residu pertanian dapat diolah kembali menjadi bahan yang bermanfaat bagi lahan, di sana terdapat prinsip ekonomi hijau. Sumber daya lokal dapat digunakan lebih efisien, limbah berkurang, dan ke depan dapat terbuka peluang nilai tambah bagi masyarakat,” tambah Iqbal.
Baca juga Reaktor biogas Ekspedisi Patriot ITS di Manokwari Selatan
Melalui demplot dan pelatihan itu, tim berharap warga Senggi dapat terus mengembangkan teknologi biochar secara swadaya.















