- Unismuh Makassar dan Pemkab Pangkep meneken kesepakatan bersama di Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Rabu.
- Fasilitas kesehatan Pangkep dijajaki menjadi lokasi stase koas mahasiswa Fakultas Kedokteran Unismuh.
- Bupati Pangkep meminta mahasiswa Unismuh menjalankan KKN di wilayah kepulauan.
Cekricek.id — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dan Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan meneken kesepakatan bersama, Rabu (16/09/2026). Koas kedokteran dan KKN kepulauan masuk daftar peluang yang dibuka.
Mengutip keterangan tertulis Unismuh Makassar, Rabu (16/09/2026), penandatanganan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Pangkep. Kesepakatan mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Naskah diteken Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. Abd Rakhim Nanda, S.T., M.T., bersama Bupati Pangkep, Dr. Muhammad Yusran Lalogau.
Rakhim menyebut hubungan kedua pihak sudah berjalan sebelum kesepakatan diteken. Kerja sama sebelumnya menyentuh pembinaan sekolah di pulau, penelitian, dan dukungan pendidikan bagi mahasiswa asal Pangkep. Saat ini terdapat 379 mahasiswa Unismuh yang berasal dari kabupaten tersebut.
Fasilitas Kesehatan Pangkep Dilirik untuk Koas
Salah satu peluang yang ditawarkan adalah pemanfaatan fasilitas kesehatan di Pangkep sebagai lokasi stase mahasiswa profesi dokter.
“Tahun ini Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar juga mohon nanti bila kiranya memungkinkan, bisa menjadi tempat beberapa stasiun untuk koas anak-anak Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar,” ujar Rakhim.
Yusran menyambut peluang itu. Ia menyebut kebutuhan tenaga kesehatan di Pangkep, termasuk perawat, masih menjadi perhatian. Kerja sama itu diharapkan memperkuat layanan kesehatan di daratan maupun kepulauan.
Baca juga Monev RISPRO LPDP di Unismuh, riset VR anak tunarungu dievaluasi
KKN Kepulauan untuk Mengasah Kepekaan
Bupati meminta mahasiswa Unismuh menjalankan KKN kepulauan di Pangkep. Menurutnya, tinggal bersama masyarakat pulau penting bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
“Kegiatan-kegiatan KKN mungkin boleh selanjutnya diarahkan anak-anaknya di Kabupaten Pangkep. Yang selalu saya tekankan, bagaimana kita arahkan ke negeri kepulauan,” ujar Yusran.
Ia menilai tantangan masyarakat kepulauan berbeda dengan daratan maupun pegunungan. Akses pangan dan layanan dasar termasuk di antaranya. Lewat KKN kepulauan, mahasiswa diharapkan memahami persoalan itu sejak masih kuliah.
“Harapan kita, dengan ilmu-ilmu yang diberikan dari kampus, mereka bisa meningkatkan taraf hidup keluarganya sendiri dan juga orang-orang yang ada di sekitarnya,” kata Yusran.
Baca juga 35 mahasiswa asing dari 10 negara kuliah di Unib Bengkulu
Peluang lain adalah menjadikan Pangkep lokasi kegiatan mahasiswa internasional. Rakhim menyebut Unismuh memiliki 32 kerja sama luar negeri yang masih berjalan. Pesertanya berasal dari Malaysia, Filipina, Uzbekistan, Thailand, Sudan, dan Korea.
Selama ini kegiatan peserta internasional berlangsung di Makassar, Gowa, dan Maros. Pangkep dinilai berpeluang menyusul karena memiliki kawasan wisata dan mudah dijangkau dari Makassar.
“Daerah-daerah wisata di Kabupaten Pangkep bisa menjadi bagian dari kegiatan mereka ketika datang ke Indonesia,” ujar Rakhim.
Baca juga Biochar sekam padi tim UNDIP untuk tanah masam Senggi, Keerom
Pangkep merupakan kabupaten di Sulawesi Selatan yang wilayahnya membentang dari daratan hingga gugusan pulau di Selat Makassar.















