ITPLN Beri Gelar Profesor Emeritus untuk Tiga Guru Besar

A A

Penyerahan SK Profesor Emeritus di Institut Teknologi PLN Jakarta [Foto: Institut Teknologi PLN]

  • ITPLN menganugerahkan gelar profesor emeritus kepada Rinaldy Dalimi, Aminullah Assagaf, dan Rudy Setiabudi.
  • Penyerahan SK dilakukan pada 15 dan 16 September 2026 di kampus ITPLN Jakarta.
  • Kepakaran ketiganya diarahkan menopang rencana pembukaan program doktor di ITPLN.

Cekricek.id — Institut Teknologi PLN (ITPLN) menganugerahkan gelar profesor emeritus kepada tiga guru besar senior. Penyerahan surat keputusan terakhir dilakukan pada Rabu (16/09/2026).

Mengutip keterangan tertulis Institut Teknologi PLN, Rabu (16/09/2026), gelar itu diberikan kepada Prof. Ir. Rinaldy Dalimi, M.Sc., Ph.D.; Prof. Dr. Dr. H. Aminullah Assagaf, S.E., M.S., M.M., M.Ak.; dan Prof. Dr. Ir. Rudy Setiabudi, DEA.

Penyerahan SK dilakukan dalam dua kesempatan. Pada 15 September 2026, SK diserahkan kepada Rinaldy Dalimi dan Aminullah Assagaf di Ruang Rektor ITPLN. Penyerahan itu dihadiri rektor, para wakil rektor, dan Manajer Bagian Manajemen Sumber Daya Manusia.

Sehari berikutnya, giliran Rudy Setiabudi menerima SK bersama Wakil Rektor I dan Manajer Manajemen Sumber Daya Manusia. Rinaldy Dalimi ditempatkan sebagai profesor emeritus Program Studi S2 Teknik Elektro, begitu pula Rudy Setiabudi. Sementara Aminullah Assagaf mengisi posisi yang sama pada Program Studi S1 Kewirausahaan.

Menahan Kepakaran agar Tidak Pergi

Rektor ITPLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., M.T., menyebut pengangkatan itu bukan sekadar tanda jasa. Ia menempatkannya sebagai strategi menahan kepakaran agar tetap berputar di kampus.

“Profesor Emeritus bukan sekadar bentuk penghargaan atas pengabdian, tetapi juga bagian dari upaya kami mengoptimalkan kepakaran dan pengalaman akademik para profesor senior untuk terus berkontribusi bagi ITPLN,” ujar Iwa.

Ketiganya tetap mengajar, membimbing mahasiswa, meneliti, menulis publikasi ilmiah, dan menjalankan pengabdian kepada masyarakat sesuai bidang masing-masing. Menurut Iwa, kehadiran mereka juga memperkuat transfer pengetahuan kepada dosen muda.

Baca juga Dies Natalis ke-70 UNAND, Kepala BRIN dorong hilirisasi riset

Ancang-ancang Membuka Program Doktor

Kampus itu sedang menyiapkan pembukaan program studi jenjang doktor. Kepakaran para profesor emeritus disebut menjadi salah satu tumpuannya.

“Pengalaman dan kepakaran para Profesor Emeritus akan menjadi salah satu kekuatan dalam mempersiapkan pengembangan pendidikan doktor di ITPLN. Kami ingin memastikan kesiapan akademik, riset, publikasi, dan sumber daya pendukungnya dibangun secara kuat,” katanya.

Manajer Sumber Daya Manusia ITPLN, Jamaludin Terayu Amba, menyebut pengangkatan itu bagian dari pengelolaan tenaga akademik. Tujuannya agar pengalaman profesor senior tidak berhenti saat masa purnatugas tiba.

Baca juga Mahasiswa ITPLN usung urban mining di ajang MINERVA 2026

“Ini menjadi kesempatan untuk mentransfer pengetahuan dan pengalaman kepada generasi akademisi berikutnya. Dengan begitu, kontribusi para profesor tidak berhenti ketika memasuki masa purnatugas,” kata Jamaludin.

Profesor emeritus merupakan gelar kehormatan yang diberikan perguruan tinggi kepada guru besar yang telah memasuki masa pensiun, tetapi masih diminta menjalankan tugas akademik tertentu. Gelar ini lazim dipakai kampus untuk menjaga ketersediaan pembimbing pada program pascasarjana.

Baca juga Ganefri: keterbukaan informasi harus diikuti pembenahan sistem

ITPLN menyatakan kehadiran tiga profesor emeritus itu diarahkan untuk memperkuat program studi yang sudah berjalan sekaligus menyiapkan fondasi akademik bagi jenjang doktor.

Bagikan

Baca Juga

Pendidikan Tinggi Menekan Pengangguran, Lebih Kuat Jangka Panjang
Alumni UIN Bandung Salurkan Rp41,4 Juta ke Korban Gempa NTT
35 Mahasiswa Asing dari 10 Negara Kuliah di Unib Bengkulu
UI GreenMetric 2026: UNDIP Peringkat 2 Tujuh Kali Beruntun
Ketika Tubuh Dosen Ikut Mengajar Bahasa Prancis
Yang Ditakuti Mahasiswa Saat Maju Presentasi